Ibu di Riau Kirim Pesan ke Gubernur : Tolong Pak, Selamatkan Kami!

Jakarta, IDN Times - "Tolonglah Pak. Dengan kuasa dan wewenang Bapak, lakukan segera hal yang bisa secepatnya selamatkan kami-kami,'' tulis seorang ibu melalui pesan WhatsApp kepada Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution pada Jumat, (13/9) lalu.
Berdasarkan rilis Kementerian Kesehatan pada Kamis (19/9), seorang ibu yang meminta tolong pada gubernur setempat tergolong kurang mampu. Dia terpaksa mengirim pesan tersebut karena anak balitanya, H (13 bulan), warga kelurahan Rejosari, Kota Pekanbaru, sakit karena kabut asap.
1. Balita H bernapas lewat mulut

Kepala Dinkes Riau Mimi Yuliani Nazir, mengungkapkan ibu tersebut tak mampu membeli AC, air purfier atau tabung oksigen untuk selamatkan anaknya.
Ibu itu mengungkapkan kondisi anak bungsunya yang sudah dua hari ini demam, batuk berdahak, pilek dan matanya merah berair terus akibat terpapar asap. Suaranya parau dan bernapas lewat mulut karena tak bisa lagi lewat hidung yang sudah dipenuhi cairan.
"Mendapat keluhan itu, kita langsung menurunkan tim tenaga kesehatan PSC 119 ke lokasi,'' kata Mimi Yuliani Nazir.
2. Anak tersebut terjangkit ISPA

Tim PSC 119 membawa pasien ke RSUD Arifin Ahmad untuk segera mendapat penanganan. Balita tersebut mendapat pemeriksaan kesehatan, nebulizer dan cek darah di laboratorium.
"Hasil pemeriksaan dokter spesialis anak, pasien menderita ISPA dan dianjurkan menjalani rawat jalan. Setelah mendapat pengobatan, pasien diantar pulang ke rumah dengan selamat," terangnya.
3. Puskesmas siaga 24 jam

Gubernur telah menginstruksikan Kepala Daerah 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau menyiagakan Puskesmas 24 jam agar dapat melayani masyarakat yang terpapar asap karhutla.
''Posko Kesehatan Dinkes Riau mengoperasikan tiga ambulan yang siap sewaktu-waktu ditelepon nomernya 119 selama 24 jam,'' kata Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution.



















