Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gubernur Kaltara Dukung Event Musik Alam Dijadikan Agenda Tahunan

IDN Times/Kemenpar
IDN Times/Kemenpar

Tanjung Selor, IDN Times – Angin segar berhembus menemani  event Musik Alam. Ditambah, Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie, menegaskan akan terus mendukung acara ini. Bahkan akan menjadikan event ini sebagai agenda tahunan. Hal itu disampaikan dalam penutupan Musik Alam 2019, di Tanjung Selor, Minggu (29/9) malam. 

"Kegiatan ini positif. Karena itu perlu didukung. Apalagi anak-anak muda kita telah menunjukkan kreativitasnya yang saat ini menjadi perhatian. Semoga ini bisa membawa kemajuan pariwisata di Kaltara," tutur Irianto.

1. Melalui musik, membuat manusia jadi memiliki perasaan lebih tenang dan damai

shutterstock.com/Widhibek
shutterstock.com/Widhibek

Menurut Irianto, kualitas manusia bisa dilihat dari kreativitas seni dan budayanya serta inovasinya. Dan ia menilai acara ini telah menunjukkan hal tersebut.

Di mata Irianto, kesenian, khususnya musik, membuat manusia jadi memiliki perasaan halus, lebih tenang, dan damai. 

"Di sini yang ditampilkan musik alam, dikemas dengan nuansa alam, dan saat ini di dunia modern sebagian besar ingin kembali ke alam. Jadi, acara ini sangat pas untuk menarik wisatawan," kata Irianto.

2. Irianto: Musik merupakan bahasa universal yang menyatukan

IDN Times/Kemenpar
IDN Times/Kemenpar

"Dengan seni musik bisa menghanyutkan kita pada perasaan batin, juga bersikap optimis menatap ke depan. Karena itu kegiatan ini patut diapresiasi dan ini suatu keberanian anak muda Kaltara untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi sebagai pemicu utama untuk kita lebih maju. Kreativitas dan inovasi itu mendorong kita untuk memiliki daya saing, meningkatkan nilai tambah," ungkap Irianto.

Jika penduduk Kaltara memiliki kreativitas dan inovasi yang bagus, hal ini bisa meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyatnya.

"Sekali lagi, ini adalah kegiatan anak muda yang kreatif yang perlu didukung. Pemprov mendukung penuh dan akan menjadikannya sebagai agenda tahunan. Dan di Tanjung Selor ini akan dibangun tempat untuk anak-anak muda berkreativitas. Akan dianggarkan dalam anggaran daerah disesuaikan dengan kemampuan," tambahnya.

3. Suasana penutupan Musik Alam dibuat syahdu oleh penampilan musik etnik

pesona.travel
pesona.travel

Usai penutupan, acara puncak diisi beragam penampilan musik etnik. Dengan suara-suara alam, kicau burung , gemercik air, hembusan angin, batang-batang pohon yang beradu, dan seruling bambu membuat suasana alam yang syahdu.

Ada lagu Rumah Kita yang dibawakan duet oleh Ozan Ebil dan Ali Gardy. Mereka membawakan lagu ini dengan nuansa etnik. Serta membawa penonton pada suasana rumah di dekat alam. Penonton pun terbius ikut bernyanyi.

Sederet musisi etnik lainnya tampil memukau penonton, seperti Ganzerlano asal NTT yang membawakan tembang Ibu Pertiwi dengan alat musik Sasandonya. Tembang ini menjadi gambaran Indonesia yang belakangan banyak dirundung persoalan. Selain kedua musisi tersebut, juga tampil grup Sang Gunta, Adam Alaydrus, Uyau Moris, dan terakhir spesial guest Pusakata yang memukau penonton.

4. Unsur 3A penting diingat sebagai kunci destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan

justraveling.com
justraveling.com

Ketua Tim Pelaksana Calender of Event (CoE) Kemenpar, Esthy Reko Astuty, mengaku senang melihat kreativitas anak muda Kaltara. Ia juga memuji acara yang berlangsung sukses meski ada beberapa masukan untuk perbaikan ke depannya.

"Borneo itu dikenal dengan hutannya. Jadi konsep musik alam ini saya rasa sudah pas jika kita ingin mengembangkan ekowisata berbasis alam," kata Esthy yang diamini perwakilan CoE Kemenpar Tazbir.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, sebagai daerah yang dekat dengan negara tetangga, Kaltara harus menggelar event-event berkualitas.

"Kalimantan Utara termasuk dalam border area. Atau menjadi pintu wisatawan border asal Malaysia. Potensinya sangat bagus. Namun, harus dilengkapi dengan atraksi berkualitas," kata Arief Yahya.

Manten Dirut PT Telkom itu mengingatkan jika kunci dari sebuah destinasi adalah 3A, aksesibilitas, amenitas, dan atraksi.

“Ketiga unsur itu sangat penting. Dan saling terkait. dengan Atraksi yang bagus dan akses yang mumpuni, wisatawan akan datang. Namun, mereka juga memerlukan amenitas yang bagus dan memiliki pilihan jika ingin menginap. Jika 3A diperkuat, Kaltara bisa semakin ramai dikunjungi Wisman,” katanya.

Share
Topics
Editorial Team
Kementerian Pariwisata
EditorKementerian Pariwisata
Follow Us

Latest in News

See More

Magna voluptas voluptates soluta mollit reprehenderit amet commodi l

07 Jan 2026, 15:05 WIBNews
gallery keenam

Artikel revised [edit LAGI]

25 Nov 2025, 15:15 WIBNews