Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
    It helps you see more of our articles when you search on Google
    Gelar Operasi Obat Kedaluwarsa di Puskesmas, Tim Intelijen Diturunkan
    Antara/Fianda Rassa

    Jakarta, IDN Times - Kasus pemberian obat kedaluwarsa oleh Puskesmas Kamal Muara, Jakarta, Utara membuat Polres Metro Jakarta Utara berencana menggelar operasi obat kedaluwarsa di wilayahnya. 

    Sebelumnya dua ibu hamil menerima obat kedaluwarsa berupa vitamin B6 dari Puskesmas Kamal Muara. Keduanya mengalami mual, muntah, hingga pusing kepala. Akhirnya kasus ini diteruskan ke pihak berwajib, dan dua bidan telah diperiksa guna mengumpulkan keterangan serta informasi terkait kasus ini.

    1. Operasi gabungan Polres, BPOM, dan Dinkes

    Badan POM BPOM

    Polres Metro Jakarta Utara menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, guna mendalami kasus obat kedaluwarsa yang beredar di Jakarta Utara.

    Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan dirinya sudah menandatangani surat operasi ini.

    "Saya sudah menandatangani surat ke BPOM dan Dinas Kesehatan, yang intinya kami ingin mengajak dua instansi tersebut untuk melakukan operasi, khususnya di puskesmas yang ada di wilayah Jakarta Utara," ujar Budhi seperti dilansir Antara, Jumat (30/8).

    2. Polres Metro Jakarta Utara menurunkan tim intelijen

    IDN Times/Lia Hutasoit

    Polres Metro Jakarta Utara menurunkan tim intelijen guna melihat daerah mana yang akan menjadi prioritas, namun secara umum keseluruhan daerah di Jakarta Utara akan diperiksa. Budhi berharap kasus seperti ini tidak terulang dan memakan korban lainnya.

    3. Polres Metro Jakarta Utara: Kasus pemberian obat kedaluwarsa kesalahan oknum, bukan institusi (Puskesmas)

    caption

    Polres Metro Jakarta Utara tidak mengeluarkan rekomendasi penghentian kegiatan operasional Puskesmas Kelurahan Kamal Muara. Budhi mengatakan kasus ini adalah kesalahan oknum, bukan institusi.

    "Tidak, kesalahan ini kan oknum. Ya, kita jangan melihat institusi. Jangan kita menangkap tikus kemudian membakar rumahnya. Kita tangkap tikusnya yang bersalah. Jadi oknum yang salah," dia mencontohkan.

    Editorial Team

    Related Article

    artikel test breaking14 Jul 2026, 15:56 WIBNews
    Kota Surabaya
    jatim26 Mei 2026, 15:27 WIBNews