Pemerintah benar-benar tidak menolerir adanya ormas atau gerakan tertentu yang dianggap anti Pancasila. Hal inilah yang kemudian membuat Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi memutuskan akan membekukan segala bentuk bantuan dana kepada organisasi kepemudaan, termasuk salah satunya adalah Pramuka.
Sebabnya, Ketua Kwartir Nasional Pramuka, Adhyaksa Dhault disebut pernah menghadiri acara Hizbut Tahrir Indonesia. Saat ini, Imam mengaku masih menunggu konfirmasi dari mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. Kepada Liputan6.com, Imam mengatakan bahwa status bantuan untuk Pramuka “pending” sampai Adhyaksa mengeluarkan pernyataan resmi mengenai isu tersebut. Sebelum HTI dibubarkan, Adhyaksa sebenarnya sudah pernah melakukan konferensi pers pada bulan Mei 2017 lalu. Saat itu, dia menyebut bahwa tudingan anti Pancasila kepadanya hanya fitnah belaka.
