Cowok Indonesia Ini Masih Muda, Tapi Berhasil Kerja Sekantor dengan Mark Zuckerberg

Baru-baru ini media sedang ramai memperbincangkan sosok anak muda bernamaĀ Reinardus Surya Pradhitya.Ā Cowok berkulit sawo matang ini resmi menjadi satu dari 30 warga negara Indonesia yang bekerja di kantor media sosial Facebook di California, Amerika Serikat. Tepat pada bulan November 2012, di umurnya yang baru saja 22 tahun, ReinardusĀ menjadi pegawai di kantor Mark Zuckerberg.
Menembus kantor Facebook tentu tak semudah membalikan telapak tangan. Banyak tantanganĀ yang harus dilalui oleh Reinardus supaya bisa diterima bekerja di tempat ini.
Upaya awal Reinardus menembus Facebook.

Reinardus sudah tertarik dengan bidang IT sejak dia masih di SMA Kanisius,Ā Jakarta. Saat memilih jurusan untuk kuliah, dia memahami bahwa programming adalah pekerjaan yang sangat menjanjikan di Amerika, apalagi Silicon Valley adalah pusatnya IT di dunia.
Lalu dia pun melanjutkan kuliah di Nanyang Technological University Singapore. Saat itu, dia beberapa kali mengajukan lamaran internship atau magang di Silicon Valley. Tapi tidak pernah dibalas atau masuk tahap interview lalu ditolak.
Lamaran ditolak berkali-kali.

Ditolak berkali-kaliĀ tidak membuat Reinardus lantas menyerah. Dia kemudian menggali lebih dalam apa yang dilihat oleh para interviewer dari kandidat yang melamar. Dia laluĀ menemukan beberapa sumber yang mumpuni tentang bagaimana cara menulis resume yang bagus. Selama kuliah dia juga sering melakukan software project dan lain-lain.
Lulus kuliah langsung melamar di Facebook. Sekali melamar langsung diterima.

Dia mulai melamar ke FacebookĀ pada akhir tahun semester. Reinardus lulus pada akhir tahunĀ 2012. Selain itu, dia juga melamar ke semua perusahaan yang ada di Silicon Valley sebagai full time employee atau karyawan tetap. Percobaannya ini ternyata membuahkan hasil. Baru pertama melamar di Facebook, dia langsung diterima sebagai karyawan tetap.
Apabila ternyata belum mendapatkan jawaban dari Facebook, awalnya dia juga ingin mendaftarĀ ke Google. Namun, sejak dia masuk ke Facebook dan menjalani waktunya disana, dia tidak ingin pindah lagi.
Hasil dari percaya diri dan kerja keras.

Dia mengaku sama sekali tidak takut untuk bergabung dengan perusahaan kelas dunia seperti Facebook. Dia juga terpacu dari beberapa teman yang sukses mendapatkan internship di Facebook. Bahkan temannya yang magang itu kini juga bekerja di Facebook, namanya Gogo.
Pengalaman diwawancara oleh HRD Facebook.

Reinardus juga harus melewati beberapa uji coba sebelum bisa menjadi karyawan full time di Facebook. Dia tahu wawancaranyaĀ susahĀ namun dia tidak khawatir dengan hal tersebut. Dia tetap percaya diri. Dan ini yang membuatnya berhasil lolos di tahapan wawancaraĀ tersebut. Dia juga pernah dipanggil untuk wawancaraĀ lagi di kantor pusat. Kemudian dia pun mendapatkan email bahwa lamaran yang dikirimnya telahĀ diterima. Tentu saja ini membuat Reinardus sangat bahagia.
Bertemu dengan Mark Zuckerberg.

Pertama kali masuk, Reinardus tidak lantas langsung bertemu dengan Mark Zuckerberg. Dia hanya bisa melihat Mark dari jauh. Namun, kebetulan dia sekarang pindah meja di dekat meja Mark. Sehingga hanya dengan menoleh ke belakang saja dia akan bisa melihatnya. Dia juga sangat menghormati Mark. Dia percaya bahwa Mark adalah sosok yang brillianĀ dan mampu megubah dunia melalui Facebook.




.png)





![[TES]Pemprov DKI Jakarta Tutup Sementara TPST Bantargebang yang Longso](https://image.rujakcingur.com/post/20200101/ddff688a-3598-46d5-b1ba-5a184f161495-d4ccb326ae252243d95b4d1fbd13d884.jpeg)







