Berkembang Cukup Pesat, Energi Surya Berpeluang Besar Kejar Target EBT

Jakarta, IDN Times – Energi surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang perkembangannya cukup pesat di dunia termasuk Indonesia. Posisi Indonesia sebagai negara beriklim tropis yang mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun dan memiliki kekayaan alam pasir silika merupakan anugerah yang harus dioptimalkan. Untuk diketahui, potensi pengembangan energi surya sangat besar, tercatat Indonesia memiliki potensi energi surya 207.898 MW (4,80 kWh/m2/hari).
1. Pemanfaatan energi surya melalui PLTS di Indonesia

Pemanfaatan energi surya di Indonesia saat ini baru mencapai 0,05 persen dari potensi yang ada. Kapasitas terpasang untuk pembangkit tenaga surya pun baru mencapai 100 MW, sesuai target RUEN harus mencapai peningkatan sekitar 900 MW. Target pemerintah membangun PLTS sebesar 6,5 GW pada 2025 juga terus dikejar. PLTS merupakan bagian dari solusi energi alternatif, sekaligus demi menciptakan kualitas udara yang lebih baik.
Dengan demikian, pemerintah terus berupaya mendorong pemanfaatan energi surya secara optimal dengan melibatkan seluruh stakeholder. “Penggunaan energi surya sebagai green energy menggunakan clean technology harus menjadi pilihan dan prioritas bagi kita semua untuk mendukung sustainability”, ujar Direktur Panas Bumi, Ida Nuryatin Finahari saat menjadi panelis pada AESI Member Gathering and Solar Talk, Jumat (25/9).
2. Peran asosiasi dalam mendorong pemanfaatan energi surya di Indonesia

Dalam kegiatan berformat diskusi tersebut, Ida menyampaikan bahwa pemerintah mendorong peran positif asosiasi dalam mencapai target Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya sebesar 1 gigawatt (GW). Asosiasi merupakan mitra strategis pemerintah. Di satu sisi menjalankan program bersama dengan pemerintah, sedangkan di sisi lain menyampaikan aspirasi publik kepada pemerintah: apa yang menjadi tantangan dan hambatan publik untuk pelaksanaannya.
AESI atau Asosiasi Energi Surya Indonesia merupakan salah satu Asosiasi yang aktif mendukung program dan kebijakan pemerintah dalam bidang pengembangan energi terbarukan, khususnya energi surya. Pada 27 Juli 2019, AESI menginisiasi penyelenggaraan Gerakan Surya Sejuta Atap untuk mengampanyekan pemanfaatan energi surya bagi kehidupan sehari-hari. Inisiatif AESI ini patut diapresiasi karena turut mendorong pemanfaatan energi surya di Indonesia.
“Kami berharap dapat mempersatukan segala pihak dan mengingatkan kembali akan pentingnya mewujudkan Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA), Terlebih, dengan adanya roadmap yang telah disiapkan Ditjen EBTKE (Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi) Kementerian ESDM dan Instruksi Gubernur (Ingub) tentang penggunaan tenaga surya yang telah disahkan Gubernur DKI Jakarta yang akan selalu kami kawal,” ujar Ketua AESI, Andhika Prastawa. GNSSA pun mulai dicanangkan para pelaku industri energi surya sejak 2017.
3. Pemanfaatan dan pengembangan energi surya demi mencapai ketahanan dan kemandirian energi

Dukungan dari PT PLN juga tak kalah penting dalam berbagai target dan upaya yang dicanangkan. Khusus PLTS atap, Peraturan Menteri ESDM yang mendukung pemanfaatan energi surya telah diterbitkan berikut revisinya. Hal tersebut diharapkan dapat makin meningkatkan dan mempercepat pemanfaatan PLTS atap secara luas di Indonesia.
"Dengan disusunnya peraturan menteri ini, diharapkan dapat membuka peluang bagi konsumen PT PLN (Persero) baik dari sektor rumah tangga, bisnis, pemerintah, sosial, maupun industri untuk berperan serta dalam pemanfaatan dan pengembangan energi terbarukan demi mencapai ketahanan dan kemandirian energi, khususnya energi surya," tutur Ida. (RWS/DLP)