Jakarta, IDN Times - Analis media sosial Drone Emprit Ismail Fahmi angkat bicara perihal bahaya dari penggunaan buzzer bagi iklim demokrasi di Indonesia. Menurut dia, para buzzer sangat mungkin menutupi permasalahan yang seharusnya diselesaikan pemerintah.
Fahmi menanggapi pernyataan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko bahwa keberadaan buzzer sangat merugikan pemerintahan Jokowi. Karena itu, dia ingin buzzer segera ditertibkan supaya tidak mengganggu demokrasi.
“Tujuan dari penggunaan buzzer itu untuk mengarahkan percakapan dan opini publik. Nah, kalau informasinya sudah diarahkan, publik tidak lagi mengetahui apa yang benar, karena informasi yang disebar sudah dimodifikasi. Bahanya, publik bisa gak tahu problem besar apa yang terjadi di Indonesia,” kata Fahmi kepada IDN Times, Minggu (6/10).
