Bangga Jadi PNS, Ini Tip Menteri Basuki Agar Betah Kerja di 1 Tempat

Jakarta, IDN Times – Menurut survei Indonesia Millennials Report, millennial umumnya bertahan bekerja di satu perusahaan 2-3 tahun sebelum memutuskan pindah ke perusahaan baru.
Tapi mungkin gak sih kita bekerja tanpa pindah kantor? Bisa saja, seperti yang dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Dia sudah bekerja 40 tahun di tempat yang sama.
Sejak lulus kuliah dari Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada, Basuki kemudian menjadi PNS di Kementerian Pekerjaan Umum dan menduduki sejumlah jabatan, hingga akhirnya pada 2014 lalu dia diangkat menjadi menteri oleh Presiden Joko "Jokowi" Widodo.
Apa tip Basuki hingga bisa bekerja di satu tempat begitu lama?
1. Selalu independen dan kreatif dalam bekerja

Dalam wawancara pada program Suara Millennials by IDN Times, Jumat (4/10), Basuki mengatakan, menjadi PNS tidak menghalanginya untuk berpikir kreatif dan membuat program kerja sendiri.
“Saya merasa sejak kerja di Semarang sampai pindah ke Kupang sampai sekarang saya independen. Saya bikin program kerja sendiri sesuai arahan pimpinan,” ucap Basuki.
2. Jangan menunggu perintah atasan baru kerja

Masih menyambung dari poin pertama, kita tidak boleh menunggu perintah dari atasan dalam bekerja. Basuki menyarankan, kita harus mengajukan program atau apa yang mau kita kerjakan kepada atasan.
“Saya bilang ke anak-anak PU, ‘Jangan nunggu perintah’. Ajukan pada pimpinannya, ‘Ini program saya’. Saya kerja begini alhamdulillah istri anak tahu kelakuan saya. Gak pernah tanya kapan saya pulang. Paling kalau makan di kantor ‘eh saya makan di kantor, titik’,” ungkapnya.
3. Kebanggan mengabdi selama 40 tahun

Basuki adalah birokrat tulen yang telah bekerja di Kementerian PUPR selama 40 tahun lebih, sejak lulus dari Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelum menjabat sebagai menteri, ia pernah menjadi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum periode 2005-2007. Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum periode 2007–2013 dan Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum 2013-2014.
Presiden Jokowi resmi menunjuknya sebagai Menteri PUPR pada Oktober 2014, menggantikan Menteri Pekerjaan Umum Indonesia Djoko Kirmanto dan Menteri Perumahan Rakyat Indonesia Djan Faridz, di mana kedua kementerian itu digabung pada masa pemerintahan Jokowi di periode pertama.
“Ini (saya) birokrat asli and I'm proud to be bureaucrats. Hampir 2 per 3 hidup per hari saya ada di kantor,” ujarnya.

![[TES]Pemprov DKI Jakarta Tutup Sementara TPST Bantargebang yang Longso](https://image.rujakcingur.com/post/20200101/ddff688a-3598-46d5-b1ba-5a184f161495-d4ccb326ae252243d95b4d1fbd13d884.jpeg)




.png)









![[LINIMASA] Reuni 212 Usai Pilpres 2019](https://image.rujakcingur.com/post/20191201/whatsapp-image-2019-12-02-at-031631-712a334dd9f56148f0c1b235153694b2.jpeg)
![[LINIMASA] Kronologi Penusukan dan Kabar Terbaru Wiranto](https://image.rujakcingur.com/post/20191010/antarafoto-wiranto-ditusuk-101019-ho-2-98033125a787c48e9c92d1436d73ea13.jpg)
