Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Rizki Handayani, meyakini kawasan ini akan dikunjungi lebih banyak wisatawan. Pariwisata akan berkembang di Sumbawa.
“Potensi pariwisatanya besar di sana. Seni dan budaya tradisi banyak dimiliki Sumbawa. Hal ini terlihat dari konten-konten otentik festival yang disajikan. Semuanya unik dan menarik,” jelas Rizki Handayani.
Dalam pembukaan Festival Moyo, ditampilkan juga Tari Jaran Raden Mas Pengantin. Tari tersebut bercerita Jaran Mendut. Kisah diambil dari cerita rakyat bumi Sasak di Lombok.
“Festival Pesona Moyo merepresentasi eksotisnya alam dan budaya di Sumbawa. Branding destinasi ini pun semakin kuat. Dari sektor pariwisata, Sumbawa akan lebih banyak menerima manfaat positif secara ekonomi. Mereka memiliki pasar kuat dari mancanegara,” tegas Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar, Muh. Ricky Fauziyani.
Seni dan budaya lain juga ditawarkan melalui persembahan Sekeco, yang identik dengan Suku Samawa di Sumbawa. Dimainkan oleh 2 orang dengan masing-masing rebana di tangan. Rebana yang digunakannya bisa Ode, Rango, atau Kebo. Yang penting rebananya harus sejenis. Kontennya berupa narasi yang dimuati Lawas Nasihat, Lawas Tau Loka, Lawas Muda-Mudi, dan Lawas Tode.
“Kami tetap merekomendasikan Festival Pesona Moyo dan aneka destinasi Sumbawa untuk dikunjungi. Event ini akan berlanjut hingga akhir September. Akan ada banyak kemeriahan yang disajikan festival. Siapapun yang berkunjung ke sana pasti akan dibuat terkesan,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.