Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 WNI Disandera Abu Sayyaf, Polri: Filipina Terus Berupaya Membebaskan

3 WNI Disandera Abu Sayyaf, Polri: Filipina Terus Berupaya Membebaskan
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra (IDN Times/Axel Jo Harianja)

Jakarta, IDN Times - Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan KBRI di Filipina terkait tiga WNI yang disandera kelompok teroris, Abu Sayyaf.

"Saat ini, pemerintah Filipina mengedepankan operasi militernya, sedang berupaya keras melakukan pembebasan ketiga sandera tersebut," kata Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (29/11).

1. Pemerintah Indonesia minta bantuan Filipina membebaskan tiga WNI itu

Presiden Jokowi memberikan keterangan pers, di Bandar Lampung, Jumat 15 November 2019 (Dok.IDN Times/Biro Pers Kepresidenan)
Presiden Jokowi memberikan keterangan pers, di Bandar Lampung, Jumat 15 November 2019 (Dok.IDN Times/Biro Pers Kepresidenan)

Dilansir dari Antara, Pemerintah Indonesia meminta bantuan Filipina untuk membebaskan tigaĀ WNI yang disandera kelompokĀ Abu Sayyaf.

Permintaan tersebut telah disampaikan Presiden Joko 'Jokowi' Widodo, dalam pertemuan dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte di sela-sela KTT Korea Selatan-ASEAN.

ā€œKarena lokasi penyanderaan ada di wilayah yurisdiksi Filipina, tentunya yang bisa kita harapkan mendorong agar otoritas Filipina dapat membantu pembebasan tiga warga kita secepatnya dengan aman,ā€ kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha saat ditemui di Jakarta, Kamis (28/11) kemarin.

2. Tiga WNI ditangkap saat tengah melaut

(Ilustrasi terorisme) IDN Times/Sukma Shakti
(Ilustrasi terorisme) IDN Times/Sukma Shakti

Ketiga WNI yang bekerja sebagai nelayan di Malaysia itu, ditangkap Kelompok Abu Sayyaf pada 24 September 2019. Mereka Maharudin Lunani (48), Muhammad Farhan (27), dan Samiun Maneu (27).

Kala itu, mereka tengah melaut dan memancing udang di Pulau Tambisan, Lahad Datu, Sabah. Perairan tersebut memang dikenal rawan pembajakan dan penyanderaan oleh kelompok bersenjata dari wilayah selatan Filipina, seperti Abu Sayyaf.

3. Abu Sayyaf meminta uang tebusan sekitar Rp8 miliar

caption
caption

Beberapa waktu lalu, ketiga WNI tersebut meminta pemerintah membantu pembebasan mereka dan menyebut jumlah uang tebusan 30 juta peso atau sekitar Rp8 miliar. Hal itu tersiarkan dalam video berdurasi 43 detik di media sosial, yang diminta Abu Sayyaf.

Akan tetapi, Judha menuturkan, persoalan tebusan tidak dibahas baik oleh Presiden Jokowi maupun Menlu Retno dalam pertemuan dengan pemerintah Filipina.

ā€œKita tidak bicara masalah tebusan. Kita meminta bantuan Filipina untuk membebaskan warga kita,ā€ tutur Judha.

Share
Topics
Editorial Team
Axel Joshua Harianja
EditorAxel Joshua Harianja
Follow Us

Latest in News

See More

Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS per Barel Imbas Konflik

09 Mar 2026, 11:24 WIBNews