Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rentan Drama, 7 Tanda Kekasihmu Memiliki Emosi Tak Stabil

Rentan Drama, 7 Tanda Kekasihmu Memiliki Emosi Tak Stabil
soompi.com
Share Article

Perubahan suasana hati adalah sesuatu yang umum terjadi pada seseorang. Namun lain kasusnya apabila orang itu, kekasihmu sendiri, menunjukkan ketidakstabilan emosional yang membuatmu hubungan kalian tak berjalan sehat. Ketidakstabilan emosional berwujud pada emosi dan reaksi yang sulit diprediksi.

Dengan mengenali tanda-tandanya, kamu juga ikut andil peduli terhadap kesehatan mental sang kekasih. Jangan lantas menghakiminya, karena tanpa kamu sadari mungkin saja dia membutuhkan bantuanmu tapi enggan meminta. Yuk langsung cek aja 7 tandanya berikut ini.

  1. 1. Sulit menunjukkan empati yang sepantasnya tanpa menyinggung perasaan orang lain

    Unsplash.com/Soren Astrup Jorge
    Unsplash.com/Soren Astrup Jorge

    Orang yang rendah empati cenderung suka mengalihkan pembicaraan atau keluar dari topik untuk membicarakan dirinya sendiri. Sekalinya dia memberikan respon atas ceritamu, dia gagal memberikan respon dengan cara yang sepatutnya tanpa menyinggung perasaanmu.

  2. 2. Suasana hatinya berubah dengan sangat cepat

    Unsplash.com/Matheus Ferrero
    Unsplash.com/Matheus Ferrero

    Perubahan suasana hati itu memang wajar, tapi tak lagi wajar bila itu berubah dengan sangat cepat. Semenit dia asyik diajak ngobrol, semenit kemudian seolah-olah kepalanya mendidih bak mau meluapkan amarah tanpa alasan yang jelas. Emosi yang berfluktuasi intens seperti ini tentu membuat hubunganmu dalam status tak sehat.

  3. 3. Dia sangat takut dengan kritik atau penolakan minor

    Unsplash.com/Arif Riyanto
    Unsplash.com/Arif Riyanto

    Orang yang rentan terhadap perubahan suasana hati cenderung tak menyukai persinggungan emosi negatif, seperti dikritik atau ditolak. Karena orang dengan emosi tak stabil biasanya tak terlalu pandai dalam menerima "serangan" semacam itu. Bahkan saat kamu memberikan kritik membangun, dia akan mudah tersinggung.

  4. 4. Cenderung bertindak impulsif

    Unsplash.com/Rayul
    Unsplash.com/Rayul

    Tak hanya lemah dalam menghadapi kritik dan penolakan, dia juga memiliki kemampuan problem-solving yang rendah. Sebagian besar keputusannya tak didasarkan pada pertimbangan matang, begitu pula dengan tindakannya. Ketidakkonsistenan emosi, pikiran, dan reaksi, membuat tindakannya sulit diprediksi dalam situasi tertentu.

  5. 5. Tidak konsisten dan sulit menjaga komitmennya kepada orang lain

    Unsplash.com/Priscilla Du Preez
    Unsplash.com/Priscilla Du Preez

    Mampu menjaga komitmen secara teratur adalah salah satu tanda kestabilan emosional. Komitmen disini tak hanya seputar hubungan asmara kalian, tetapi juga menyangkut kehidupan pribadinya seperti tanggung jawab pekerjaan dan interaksi sosial. 

  6. 6. Bereaksi berlebihan terhadap hal-hal kecil yang tidak sesuai dengan ekspektasi mereka

    Pexels.com/Vera Arsic
    Pexels.com/Vera Arsic

    Orang yang tidak stabil emosinya terkadang bereaksi berlebihan (marah-marah tak jelas) terhadap kesalahan kecil. Saking berlebihannya sampai bikin kamu mengerutkan kening dan bertanya-tanya "ada apa gerangan dengan orang ini?".

    Bahkan saat dia menemukan kesalahan pun, dia berpikir orang lain harus memperbaikinya dan tak ingin terlibat dengan apapun konsekuensinya.

  7. 7. Sulit mengontrol stabilitas perasaan dan suasana hatinya sendiri

    Unsplash.com/Courtney Clayton
    Unsplash.com/Courtney Clayton

    Apabila emosi kekasihmu terlihat selalu bergejolak, mungkin saja dia juga mengalami kesulitan untuk mengontrol dan menenangkan dirinya sendiri. Dia menjadi waspada, cemas, dan bereaksi sangat berlebihan pada masalah kecil​. Alhasil dia pun melepaskan intensitas emosinya ke orang-orang disekitarnya. Jika sudah begitu, cobalah untuk bersabar dan memahami keadaannya dengan kepala dingin.

    Well, menghadapi orang dengan emosi yang labil memang gampang-gampang susah. Terpenting siapkan kesabaran dan kepala dingin agar dapat memahami keadaannya tanpa perlu menghakimi sepihak. Cheers!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Anna Mei
EditorAnna Mei