"Kejadiannya persis di ruangan ini..."
Ini 7 Tips Ajib Kalau Kamu Demen Cerita Seram Supaya Teman Merinding Pas Dengar!

"Punya cerita hantu seru? Atau cuma pengen nakut-nakutin temen? Kamu harus belajar di sini! Hihi."
1. Jangan terburu-buru dan tetap berpijak pada realitas.

Ceritamu kudu tetap ber-setting di dunia nyata, bukan dunia lain kayak negeri dongeng. Supaya pendengarmu bisa membayangkannya dan terserap dalam ceritamu.
2. Berlagak nggak percaya dengan hantu.

"Benernya aku nggak mau cerita, soalnya nggak mungkin banget ada kejadian kayak gini."
Waktu cerita, kamu harus meyakinkan temanmu bahwa kamu nggak percaya hal itu terjadi padamu.
3. Ceritakan kisah itu seolah-olah baru saja terjadi.

"Waktu itu aku duduk di kursi merah ini sambil memegang piring dan garpu, lalu tiba-tiba aku dengar suara di tangga."
Saat memulai, ceritakan seakan-akan itu terjadi 2 hari lalu, bukan tahun lalu.
4. Hantu itu terlihat seperti kamu, cuma sedikit berbeda.

"Aku ngelihat cermin di bawah tangga.. Mukaku di cermin kelihatan beda. Masa salah satu mataku tiba-tiba jadi merah dan ada darah keluar."
Sebenarnya, hantu itu adalah diri kita sendiri dan ketakutan yang kita rasakan. Jadi, hal yang paling menakutkan adalah melihat hantu yang tampak seperti dirimu, tapi sedikit berbeda. Kalau tidak, buat hantu itu seakan-akan orang atau hal yang dekat denganmu.
5. Pastikan hantu itu menginginkan sesuatu yang melibatkanmu.

"Aku kaget dan langsung berlari ke belakang kursi. Tiba-tiba terdengar suara, 'Darah...' berulang-ulang."
Bisa jadi hantu ini ingin kamu segera pergi atau dia ingin darah. Selain itu ia mau merasukimu.
6. Nggak usah cerita terlalu detil tentang keadaan menyeramkan saat itu.

"Tiba-tiba aku merinding, ruangan jadi dingin banget."
Ini merupakan permainan pikiran. Biarkan pendengar membayangkan sendiri seperti apa keadaannya. Jika ada darah, tidak usah digambarkan seberapa kental atau warna darah itu dan tercecer di mana. Biarkan imajinasinya bermain!
7. Berikan pertanyaan yang belum tentu bisa dijawab.

"Aku nggak tahu kenapa itu bisa terjadi. Kenapa harus aku?"
Kamu harus berusaha mencoba untuk mempertanyakan alasan mengapa semua itu terjadi.
8. Sebuah cerita hantu yang bagus berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.

"Memang kata temen yang bisa merasakan roh, di rumah ini ada beberapa. Tapi waktu itu aku nggak mau pindah dari sini. Aku nggak punya uang untuk pindah. Aku juga tetap nggak percaya ada hantu di sini."
Jadikanlah cerita itu seakan-akan bagian dari kehidupanmu.
9. Akhiri cerita ketika interaksi dengan hantu berhenti.

"Setelah beberapa saat seperti itu, akhirnya hantu itu hilang. Sehari sebelum hilang dia ninggalin tanda bakar di dinding kamarku."
Selesaikan cerita dengan kepergian sang hantu. Tapi tetap tekankan kamu masih punya kekhawatiran bahwa dia bisa kembali sewaktu-waktu.
Siap mencoba?




.png)













