āKON TAU YOOOO.... Ternyata gitu-gitu Angel juara 1!!ā
Setiap kota tentu memiliki ciri khas masing-masing dalam berinteraksi satu sama lain. Nah, 9 ungkapan ini hanya dimengerti oleh orang Surabaya. Kalau bisa membiasakan diri dengan ucapan-ucapan ini, berarti kamu resmi jadi arek suroboyo!
1. Ada tambahan kata Pek... emang pempek?

āEh... gila Pek!! Itu Angel sama mantannya Pek!!!ā
āIyoo Pek!ā
āSumpah, Pek!ā
āGila Pek!ā
Semua ditambah kata pek.Ā Lama-lama kalau pesan pempek, jadinya gini "eh, pesen pempek pek." Lahh, bingung nanti penjualnya.
2. Kalau berbicara harus ngotot (padahal sebenarnya biasa aja nadanya)

āSUMPAH?ā
āKOK ISO?ā
Padahal, aslinya cerita cuma biasa saja. Cuma memang nada orang Surabaya naik semua. Plus belum ditambah sama suara yang keras, paket komplit dah!
3. Teman baik : nggak saling sebut nama, tetapi pakai alternatif lain seperti kon, c*k, dut, dan lainnya.

āWoy apa kabar, c*k?ā (apa kabar?)
Coba bedakan kalau kamu belum berteman akrab, pasti manggilnya sopan dan tanpa tambahan. Meski begitu, bagi orang Surabaya ini salam sayang lhoo. Rasanya belum bisa cerita dan tertawa lepas dengan temanĀ kalauĀ belum saling memanggil dengan sebutan yang satu ini.
4. Selalu ada tambahan āthaā, apapun itu.

āWih, Angel pacaran sama Rico tha?ā
āLho, sing nggena tha!ā (Lho, beneran?)
āIyo, kon belum tau tha?ā (Iya, kamu belum tahu?)
Bagi orang Surabaya, tha itu bisa dijadikan salah satu kalimat tanya. Jadi kalau diajak ngomong dan ada akhiran tha ini, kamu bisa langsung tahu kalau sedang ngobrol sama orang Surabaya dan dia sedang bertanya.
5. Jangan lupa dengan tambahan āsehā dengan nada agak sewot ā yang sebenarnya nggak sewot, dan artinya adalah āsihā

āIni gimana seh?ā
āGini lho maksudnya, bener nggak seh?ā
āMestie iya seh.ā
Jangan emosi dulu, ini khas-nya Surabaya kok. Kita nggak marah, cuma kebiasaan.
6. Hobi menggunakan sing... sing a song kali ya?

āMau sing mana, mbak?ā
āSing kanan bawah ini lho!ā
āSing ini ta?ā
āIyo... sing itu!ā
Padahal aslinya langsung sebut barang kan enak. Tapi maklum, ada yang kurang kalau nggak pakai sing. Berasa makan tempe tanpa nasi euy!
7. Suka menambah-nambahkan huruf āmā dalam semua kata.

āKok mbalek sekarang? Tunggu bentar lagi dong!ā (kok kembali sekarang?)
āGak iso c*k, mau berangkat ke mbatu malam iki.ā (mau berangkat ke batu)
āMbatu lagi... gak mblenek tah?ā (batu lagi... gak bosan?)
Yuk mari berpikir, kira-kira kata apa lagi yaa yang bisa ditambah dengan m ini? Memang orang Surabaya kreatif kok!
8. Memberi penekanan dengan huruf āUā supaya terlihat LEBAY.

āgUUilaa... liaten Angel tah!ā
āUUayuu pekkk... sumpah!ā
āsUUangarrr... kok iso yo UUayu kayak gitu.ā
Uuuuaneh ya? Nggak kok, kan asyik dengan bahasa seperti ini. Semakin banyak "u"-nya, semakin banyak juga kamu bisa berbicara dengan temanmu. Asoy!
9. Entah dimana pun dan kapanpun, suka mengeluarkan kata-kata mutiara (c*k, as*) kepada teman-teman baiknya.

āKon dimana iki, s*?ā
āC*k, aku wes sampe iki, cepetan.ā
āSabar c*k, sek macet iki lho.ā
Hal ini nggak cuma dilakukan sama anak muda, bahkan sama orang tua kalau bertemu dengan teman akrabnya pun seperti itu.
Onok sing kurang nggak rek?
.jpg)

![[Breaking] Morbi non ultrices risus 2026-10](https://image.rujakcingur.com/post/20250318/beach-1751455_640.jpg)
