Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Coba Bayangkan Kalau 3 Hukuman Karyawan dari Tiongkok Ini Diterapkan di Indonesia

Gagal mencapai target penjualan perusahaan di Tiongkok hampir gak terhindarkan harus menjalani hukuman. Biasanya, hukumannya dalam bentuk penalti finansial atau gak menerima bonus. Bahkan itu secara umum diterapkan hampir di seluruh dunia. Walau begitu ada sorotan unik tentang beberapa bisnis di Tiongkok yang melakukan hukuman publik atau mempermalukan pegawai karena kegagalannya. Seperti apa hukumannya? Ini tiga yang paling gak banget!

1. Cacing alkohol.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170116/g1-6b2a3e2d5de9b3d00d9ce3b22a12f53f.jpg

Sebuah perusahaan di Hanzhing, Tiongkok, memanggil Ai Jia yang diterjemahkan menjadi "pecinta rumah", membawanya ke jalanan di Bulan November. Dengan lebih dari 40 pekerja berkumpul di ruang publik, manajernya membacakan semua nama yang gagal memenuhi kuota. Kemudian, ia menunjukkan sebuah kantong penuh dengan cacing, bergelas-gelas alkohol serta sumpit.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170116/g2-859f859e29cd17aefd81f358b4c567fc.jpg

Dengan para pegawai terlihat sangat ketakutan, ia mengumumkan bahwa untuk setiap jumlah satu klien di bawah kuota, tiap pegawai harus meletakkan empat cacing di dalam gelas mereka dan meminumnya. Untuk satu pegawai yang sedang hamil, yang kekurangan targetnya sebanyak delapan pelanggan, itu artinya dia tetap memakan 32 cacing dan meminum Baijiu.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170116/g3-90cb4cf2baf4290ccce3cab3644cd1e6.jpg

Untungnya, untuk wanita tersebut, ada seorang pegawai yang sukarela memakan 32 cacing jatahnya, sekaligus dengan 12 cacing hukumannya sendiri, agar janin dalam kandungannya gak terganggu dengan cacing dan alkohol. Ia adalah satu-satunya yang gak makan. Sembilan pegawai lainnya harus mengambil cacing-cacing tersebut dengan sumpit dan meminumnya sendiri. Seburuknya ide ini, setidaknya manajernya juga mengaku bertanggung jawab gak memenuhi kuotanya dan ikut juga meminum 16 cacing.

2. Merangkak demi uang.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170116/g6-2bacf9088741032bf05b66c22c8ecce7.jpg

Dipaksa merangkak telah menjadi metode yang cukup standar di Tiongkok untuk mempermalukan pegawai yang gak memenuhi target pekerjaannya. Dua kasus paling diingat terjadi pada tahun 2016. Di bulan April, 12 pria dan wanita yang berpakaian rapi merangkak di tanah di luar mall timur laut Tiongkok. Ternyata, semua yang sedang merangkak tersebut adalah pegawai dari butik pakaian yang berlokasi di Baishan.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170116/g5-38804c75167ab6791c9887dea3350aaa.jpg

Juru bicara perusahaan mengatakan bahwa hanya manajernya yang dipaksa merangkak sejauh 720 kaki karena gagal memenuhi kuota toko, para asisten manajernya secara sukarela ikut menanggung bersamanya ketika dipermalukan di depan umum. Banyak netizen mempertanyakan video yang menunjukkan adegan tersebut karena ada yang berteriak "harus penuhi komitmen kalian!", menurut mereka itu sama sekali gak terdengar sukarela.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170116/g4-9c59efbe1c2bc6df23ec657a502bfc14.jpg

Adegan merangkak kedua terjadi beberapa minggu lalu di Yanbian. Dalam kesempatan ini, seorang pemilik toko roti ketinggalan 20.000 dolar di bawah target tahunannya. Sebagai hukumannya, ia memutuskan untuk merangkak dua mil di antara toko-tokonya. Seiring jatuhnya dia secara finansial, ia gak mampu membayar semua bonus pegawainya. Seiring ia merangkak di jalanan bersalju, para pegawainya berjalan di belakangnya, ada beberapa yang gak tega dan ikut merangkak bersamanya. Di akhir pencapaiannya di toko kedua, seluruh pegawai memeluk pemilik toko tersebut.

3. Ditabok keras di pantat.

Spoiler nih: kamu pasti gak mau kerja di Bank Komersial dan Agrikultural Shanxi Changzi Zhangze. Pada Bulan Juni, bos dari seluruh bank tersebut memanggil delapan anggota tim penjualan. Eksekutif dari Changzi menyatakan bahwa tim ini adalah yang paling gak produktif di perusahaan. Bukannya melepaskan mereka berhenti bekerja, eksekutif tersebut menghukum berat mereka.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170116/g8-80d598ecc1d3fc5b980b58fcb15b3f09.jpg

Dengan diharuskannya mereka berdiri di panggung, mengenakan baju kuning, rekan kerja mereka semua melihat ke arah mereka sebagai penonton. Kemudian manajernya mulai berjalan di belakang mereka, berteriak ke arah mereka dan dipukul keras di pantat. Dia bolak-balik di barisan tersebut lebih dari empat kali. Ia bahkan gak kenal ampun terhadap manajer wanita yang nyaris jatuh kesakitan karena tabokannya tersebut. Sepanjang hukuman, para penonton hanya berdiam melihat dalam sunyi senyap.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170116/g7-ea334fc30d51d2644110183415f0b79b.jpg

Sebenarnya pasal 88 dari hukum ketenagakerjaan Tiongkok menyatakan bahwa mempermalukan pegawai di depan umum itu dilarang keras. Contoh di atas menunjukkan bahwa masih ada beberapa praktik di Tiongkok yang melanggar aturan tersebut. Wah, kalau itu diberlakukan di sini, gak hanya pegawainya langsung mengundurkan diri, tapi perusahaan atau manajernya juga bakal dituntut ke hukum. Untung gak banyak praktik seperti ini ya di Indonesia.

Share
Topics
Editorial Team
Bayu D. Wicaksono
EditorBayu D. Wicaksono
Follow Us

Latest in Hype

See More

Test movie review

19 Des 2025, 10:26 WIBHype
iron man

FAQ Xiaomi 14T 2025-10-20

20 Okt 2025, 13:55 WIBHype