Ekonomi Persona King Nassar: Dari Nastar Bong ke Tiket Istora, Ludes

Hampir 6.000 tiket konser tunggal King Nassar di Istora Senayan habis pada hari penjualan pertama. Angka itu mudah dibaca sebagai cerita tentang tiket yang laku keras. Namun, kecepatan penjualan hanya menunjukkan apa yang terjadi di ujung proses. Ia tidak menjelaskan dari mana pembelinya datang dengan keinginan untuk menonton.
Kasus ini menarik karena permintaan tersebut tampaknya tidak dimulai ketika tiket mulai dijual pada Agustus 2026. Jauh sebelumnya, nama Nassar sudah hidup di luar produk konser: muncul dalam meme, dibuatkan lightstick, diberi chant, dan terus dicari publik selama bertahun-tahun. Artikel ini membaca rangkaian tersebut sebagai studi kasus tentang bagaimana persona dapat membangun relevansi, bagaimana audiens ikut memperpanjangnya, dan bagaimana relevansi yang sudah terkumpul akhirnya dapat berubah menjadi permintaan ketika produk yang tepat tersedia.
![[Coba] Duis feugiat sapien dui 2026-07](https://image.rujakcingur.com/post/20250318/beach-1751455_640.jpg)

