Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Menyayat Malam

[PUISI] Menyayat Malam
Unsplash/Micah Hill

Kutanya pada malam

Senyap datang sebagai jawaban

Kutanya pada waktu

Kehilangan mendera sebagai peringatan

 

Aku ikhlas

Meski rasaku tak lagi terbalas

Aku kecewa

Tiada kebahagiaan yang menyapa

 

Tahun akan berganti

Dan aku tetap di sini

Membuang waktuku

Hanya untuk menunggu

 

Tanpa malu atau pun ragu

Aku menanti tanpa henti

Agar kamu dapat melihat

Betapa tulusnya cinta yang kumiliki

 

Aku hanya ingin genggam tanganmu

Bersama, kita lihat bunga api

Yang mekar di angkasa raya

Sayangnya... kamu tak akan kembali

 

Kini aku ingin menyayat malam

Yang tak pernah memberi jawaban

Di manakah kamu disembunyikan

Seharusnya... malam tak hanya bungkam.

 

 

  • Lampung, 27 Desember 2019
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Keza Felice
EditorKeza Felice
Follow Us

Latest in Fiction

See More

Apakah Ojek Online Beroperasi saat Lebaran?

12 Mar 2026, 15:00 WIBFiction
artikel baru ramadan

artikel baru ramadan

18 Feb 2026, 10:35 WIBFiction
Sed fugiat amet eu omnis

Sed fugiat amet eu omnis

12 Feb 2026, 15:45 WIBFiction
dewd

dewd

10 Feb 2026, 10:49 WIBFiction
Artikel coba save aja

Artikel coba save aja

10 Feb 2026, 00:00 WIBFiction
case event

case event

19 Jan 2026, 16:18 WIBFiction
gtrg

gtrg

17 Des 2025, 16:33 WIBFiction
dewdw

dewdw

13 Nov 2025, 14:37 WIBFiction
artikel biasa aja

artikel biasa aja

28 Okt 2025, 16:00 WIBFiction