Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
    It helps you see more of our articles when you search on Google
    [PUISI] Gadis dan Dewi
    pixabay.com/Free-Photos

    Terbit bermata sendu
    Bahkan hari tak lagi tersenyum

    Terbawa akan harmoni kacau
    Di bawah asa tersedu

    Semesta berhenti bersahabat
    Daun menyampaikan benci pada angin
    Si dewi menangis

    Mata sembabnya menatap pada hidup
    Menemui gadis buruk rupa

    Si gadis menyampaikan senyum
    Hatinya terluka dan berdarah
    Hanya tersisa jiwa yang mengucap harap

    Si dewi menatap bayangnya
    Hatinya hanya tergores sedikit
    Jantungnya masih berdetak
    Hanya jiwanya yang mati tak berharap

    Betapa si gadis buruk rupa
    Raganya selalu hidup dengan hati yang patah

    Betapa di dewi nan jelita
    Raganya selalu mati dengan hati yang utuh

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

    Editorial Team

    Related Article