Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Uni Eropa Terapkan Tarif Bea Masuk Biodiesel, Mendag Siap Serang Balik
IDN Times / Auriga Agustina

Jakarta, IDN Times - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berencana untuk membalas Uni Eropa terkait Komisi Uni Eropa (UE) yang akan mengenakan bea masuk anti-subsidi sebesar 8-18 persen terhadap impor biodiesel Indonesia.

Enggar mengatakan, langkah pertama yang akan dilakukan yakni menyampaikan nota keberatan terhadap Komisi Eropa dalam waktu lima hari.

"Jadi kita resmi dulu sampaikan nota keberatan within 5 days. Harus menyampaikan itu," katanya saat ditemu di Tangerang City Mall, Rabu (14/8).

1. Telah berkomunikasi dengan wakil presiden

IDN Times / Auriga Agustina

Enggar mengatakan telah berkomunikasi langsung dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla soal rencana penyampaian nota keberatan ini. Pengusaha yang berkaitan dengan biodiesel juga akan dimintai keterangan nantinya.

"Pengusaha nanti sesuai dengan proses ketentuannya, mereka ekspor dan ada kerugian, baru kemudian nanti dilaporkan untuk anti-dumping," tuturnya. 

2. Mengajak importir produk olahan susu Eropa melakukan pengalihan

IDN Times / Auriga Agustina

Selanjutnya, ia menjelaskan akan mengajak importir produk olahan susu Eropa untuk melakukan pengalihan sumber ke negara lain seperti Amerika Serikat (AS), India atau negara lainnya.

"Nah baru sesudah itu, ya saya juga sambil berjalan, saya sudah undang para importir dairy products, kemudian saya juga akan menyelenggarakan business matching dairy products yang sementara mereka pakai dari Uni Eropa, mengalihkan ke Amerika misalnya, ke negara-negara lain," tambahnya.

3. Pemerintah tengah pertimbangkan pengenaan tarif impor

IDN Times / Auriga Agustina

Saat ini, pemerintah tengah mempertimbangkan pengenaan tarif impor produk susu olahan dari Eropa sebesar 20-25 persen. Hal ini menyusul penjegalan ekspor biodiesel Indonesia ke Eropa.

"Nanti kita hitung anti-dumpingnya berapa. Karena kami juga bisa melakukan hal yang serupa, tapi harus ada dasarnya. Harus ada langkahnya (dalam mengenakan tarif 20-25 persen terhadap produk olahan susu Eropa), itu harus bisa dinyatakan dulu berapa nilainya, itu yang harus dilakukan," ucapnya.

Editorial Team

Related Article

artikelPublish-qj1c27 Jul 2026, 15:21 WIB
artikelPublish-r1f622 Jul 2026, 16:53 WIB
artikelPublish-hrh922 Jul 2026, 16:51 WIB
artikelPublish-6f2821 Jul 2026, 16:05 WIB
Pemandangan yang bagus21 Jul 2026, 09:52 WIB
Artikel breaking baru17 Jul 2026, 11:09 WIB
Ini artikel commercial02 Jul 2026, 15:59 WIB
Ini artikel breaking22 Jun 2026, 15:01 WIB