Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemenhub Kucurkan Rp500 Miliar untuk Subsidi Penerbangan Perintis
Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti. IDN Times/Hana Adi Perdana

Jakarta, IDN Times - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengucurkan anggaran Rp500 miliar untuk subsidi penerbangan perintis. Subsidi diberikan untuk penerbangan perintis penumpang, perintis kargo dan subsidi angkutan udara kargo. 

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti mengatakan rute perintis adalah prioritas program direktorat sebagai pendukung dari program pemerintah sesuai visi misi Presiden kelima, yakni menjamin penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran. Upaya ini diharapkan dapat membantu pemerataan pembangunan, sehingga membuka potensi ekonomi, wisata, dan investasi di seluruh wilayah yang dilayani.

"Rp500 miliar total (subsidinya). Semua sampai akhir tahun," kata Polana, di Kementerian Perhubungan, Kamis (9/1).

1. Tidak ada penambahan subsidi

Ilustrasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Polana menjelaskan, tahun ini tidak ada penambahan subsidi untuk penerbangan perintis. Besaran subsidi yang diberikan tahun ini bahkan tidak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya. 

"Ini (subsidi) tergantung permintaan pemda," jelas dia. 

2. Rute tiga jenis penerbangan perintis

Ilustrasi pesawat terbang. unsplash.com/Griselda Servin

Jaringan rute perintis tahun ini dibagi menjadi subsidi angkutan udara perintis penumpang sejumlah 188 rute dari 20 koordinator wilayah (korwil), subsidi angkutan udara perintis kargo sejumlah 27 rute dari lima korwil, dan subsidi angkutan udara kargo hanya satu rute dan korwil. Tahun ini, rute di wilayah Papua memiliki kontribusi terbanyak dengan 116 rute penumpang dan 22 rute kargo perintis.

Ssmentara itu rute perintis pada 2019, terbagi menjadi 190 rute penumpang dan 39 rute kargo dari 19 korwil. Khusus wilayah Papua dan Papua Barat memiliki 120 rute perintis.

3. Program penerbangan perintis mampu pangkas harga bahan pokok hingga 40 persen

IDN Times/Holy Kartika

Pada tahun 2019, program ini telah berhasil memangkas harga bahan pokok hingga 40 persen di daerah terpencil, terutama di wilayah Papua. Komitmen itu diwujudkan kembali pada tahun ini agar harga bahan pokok di daerah 3T bisa terjangkau.

"Angkutan Udara Perintis merupakan program prioritas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yang menjadi pendukung dari program Pemerintah. Sesuai dengan visi dan misi Presiden ke-5 yaitu menjamin penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang fokus dan tepat sasaran," imbuh dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article

artikelPublish-axig30 Sep 2026, 16:00 WIB
artikelPublish-7mpo29 Sep 2026, 13:58 WIB
artikelPublish-gbbg24 Sep 2026, 17:11 WIB
artikelPublish-q99l22 Sep 2026, 12:04 WIB
artikelPublish-89v421 Sep 2026, 15:24 WIB
artikelPublish-ohmn21 Sep 2026, 14:16 WIB
artikelPublish-on0l21 Sep 2026, 14:14 WIB
artikelPublish-8g2f18 Sep 2026, 14:33 WIB
artikelPublish-4iaw17 Sep 2026, 12:34 WIB
artikelPublish-pind17 Sep 2026, 12:31 WIB
Breaking 117 Sep 2026, 11:19 WIB
artikelPublish-mejz16 Sep 2026, 16:26 WIB
artikelPublish-19d816 Sep 2026, 11:18 WIB
artikelPublish-ut8915 Sep 2026, 16:00 WIB
artikelOnHold-rlla15 Sep 2026, 15:27 WIB
artikelPublish-pvpd14 Sep 2026, 14:37 WIB