Ngobrol UKM "Kisah sukses pisang goreng Bu Nanik." (IDN Times/Indiana Malia)
Kendati mulai diminati pelanggan, Nanik tidak langsung puas. Ia ingin pisang goreng madu buatannya dikenal lebih banyak orang. Ia mencoba ikut bazaar suatu acara. Sayangnya, tak ada yang berminat pada makanan itu.
"Pas jualan, kutawari ke orang-orang yang lewat pada gak mau karena tampilannya gosong. Saya banyak bikin tester, sehari jual 20 biji aja susahnya minta ampun. Apalagi 2007 belum ada ojek online kayak sekarang," katanya.
Namun, ia tetap ulet. Gagal jualan di bazaar, Nanik membuat brosur pisang goreng madu. Setiap Jumat, ia naik motor keliling masjid untuk membagi-bagikan brosur itu. Hal yang sama ia lakukan setiap Minggu, berkeliling dari gereja satu ke gereja lainnya. Akhirnya, sedikit demi sedikit ada yang memesan pisang goreng madu buatannya.
Hal yang tak mudah ia lupakan adalah saat mencoba kembali ikut bazaar. Di luar dugaan, ia berhasil menggoreng 999 pisang. Bahkan, saat itu artis Tika Panggabean ketagihan memakan pisang goreng madu itu. Lumayan mendongkrak konsumen, kata Nanik.
"Banyak yang bilang enak. Dari situ saya punya keyakinan pasti bisa sukses. Dari awal memasarkan memang sulit karena tampilan gak menarik. Kami kasih nama pisang goreng madu itu si hitam manis. Memang kalau gak merasakan langsung, bakal ngejudge dari tampilannya doang. Tapi kalau sudah makan, bikin nagih," ia berkelakar.