Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

IHSG Diramal Melemah, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Diramal Melemah, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Share Article

Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan mengalami pelemahan pada perdagangan saham hari ini, Kamis (7/11). Sejumlah analis menilai tren rilis data cadangan devisa akan menjadi sentimen perdagangan pada hari ini.

Apa saja saham-saham yang direkomendasikan para analis? Yuk simak, supaya tidak salah pilih.

  1. 1. Ini prediksi pergerakan saham dari KGI Sekuritas

    IDN Times/Auriga Agustina
    IDN Times/Auriga Agustina

    Analis KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko merekomendasikan saham- saham berikut:

    • PT Adaro Energy Tbk (ADRO)
    • PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM)
    • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

    Secara keseluruhan pada transaksi perdagangan hari ini, Yuganur memprediksi IHSG akan melemah di rentang 6.200-6.300.

    "Aksi jual menghambat kenaikan indeks. Konsolidasi ini merupakan penghambat sementara untuk skenario kenaikan berikutnya," ujarnya, Rabu (7/6)..

  2. 2 . Ini saham rekomendasi Artha Sekuritas

    ANTARA FOTO/Reno Esnir
    ANTARA FOTO/Reno Esnir

    Sementara itu, Vice President PT Artha Sekuritas Frederik Rasali merekomendasikan saham-saham berikut:

    • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
    • PT Indika Energy Tbk (INDY)
    • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

    Frederik mengungkapkan, indeks secara teknikal akan ditransaksikan dalam rentang support 6.185 dan resistance 6.306.

    "Pelemahan didukung oleh volume yang cukup tinggi mengindikasikan tren pelemahan masih akan berlanjut namun akan terbatas," kata dia.

  3. 3. Rabu IHSG ditutup melemah

    ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
    ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    Sebagai informasi saja, pada penutupan perdagangan Rabu(6/11), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 46,60 poin atau 0,74 persen. Adapun volume perdagangan hari ini tercatat sebanyak 6.273 miliar saham, senilai Rp9,37 triliun.

Share Article
Editorial Team