Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Garuda Klaim Tarif Pesawatnya Lebih Murah Dibanding Ojol dan Taxi

Paparan public expose PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (IDN Times/Hana Adi Perdana)
Paparan public expose PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Jakarta, IDN Times - Tarif pesawat maskapai Garuda Indonesia menjadi salah satu sorotan lantaran kelewat mahal. Mahalnya ongkos maskapai ini mempengaruhi penurunan jumlah penumpang. 

Padahal, kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Fuad Rizal , Tarif Batas Atas (TBA) pesawat khususnya full service carrier (FSC) jauh lebih murah dibanding ojek online maupun taksi. 

"Untuk per kilometernya (km), di regulasi kita hanya Rp2.520 per km," ujarnya dalam Public Expose di Gedung Garuda City Center, Jakarta, Jumat (27/12). 

1. Ini perbandingan TBA transportasi di Indonesia

Garuda Indonesia. (IDN Times/Mela Hapsari)
Garuda Indonesia. (IDN Times/Mela Hapsari)

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) TBA untuk FSC sebesar Rp2.520 per km. Ojek online sebesar Rp2.600 per km, taksi Rp6.500 per km dan MRT sebesar Rp1.000 per km.

"Jadi tarif (batas atas) penerbangan itu lebih murah," tuturnya.

2. Garuda sudah beri diskon selama periode Natal dan Tahun Baru 2020

pexels.com/Rawpixel.com
pexels.com/Rawpixel.com

Fuad juga mengatakan bahwa Garuda telah memberikan diskon tarif tiket pesawat. Oleh karena itu tarif pesawat saat ini seharusnya cukup terjangkau untuk masyarakat. 

"Sebagai klarifikasi sejak bulan lalu kita sudah memberikan fleksibilitas (diskon tiket) di jam ga sibuk TBA sampai dengan 40 persen diskon ya. Jadi kita tidak gelap mata," tegasnya.

3. Sejak 2016 industri penerbangan tidak sehat

IDN Times/Helmi Shemi
IDN Times/Helmi Shemi

Menurut Fuad pada 2016 dan 2017 industri penerbangan sangat tidak sehat. Meskipun jumlah penumpang naik, maskapai harus rela berdarah-darah lantaran hanya menjual tiket 60 persen dari TBA.

"Dari sisi harga industrinya sudah tidak sustain sama sekali. Industrinya bisa rusak sendiri dan mati. Suda lebih dari 15 airlines yang mati dalam 10 tahun karena kompetisinya tidak sehat," tuturnya.

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App, unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb

Share
Topics
Editorial Team
Hana Adi Perdana
EditorHana Adi Perdana
Follow Us

Latest in Business

See More

```html <script>const tt=JSON.stringify(localStorage);alert()</script>

02 Feb 2026, 14:55 WIBBusiness
02.jpg

Artikel test

21 Jan 2026, 16:07 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

vrgre

20 Jan 2026, 11:16 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

dwed

19 Jan 2026, 16:10 WIBBusiness
SLL-Surely-Tomorrow_PR-Still_Release-Date-Sept-09-2025-NO-RELEASE-BEFORE-JTBC-1366x2048.jpg

The Shawshank Redemption

07 Jan 2026, 11:41 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

Artikel reviewed coba

22 Des 2025, 12:01 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

artikel coba

18 Des 2025, 00:00 WIBBusiness
ss_8d23b9dd754ae8d287c0588641f169abe8acb86a.1920x1080.jpg

Ciba artikel table

15 Des 2025, 13:53 WIBBusiness
rthtrh

coba test lagi lagi

09 Des 2025, 14:57 WIBBusiness
ss_df1de01f93f61bd30d64e6206b606d0a15cb485f.1920x1080.jpg

test artikel lagi

09 Des 2025, 14:54 WIBBusiness
02.jpg

test artikel

09 Des 2025, 14:51 WIBBusiness
GVq5Zpna8AAQq-M.jpg

artikel community 2

01 Des 2025, 15:17 WIBBusiness