Dongkrak Produksi, Kementan Ubah Galian Pasir Menjadi Lahan Kedelai

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki program gerakan olah tanah dan tanam kedelai di lahan eks galian pasir. Dengan program itu, galian pasir disulap menjadi lahan lahan kedelai yang diklaim cukup produktif. Lokasinya ada di Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan Jawa Barat.
Kepala Bagian Perencanaan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Ugi Sugiharto, menjelaskan lahan marginal seperti lahan eks galian pasir bisa dimanfaatkan petani untuk menanam kedelai. Bahkan, kedelai yang ditanam di lahan eks galian pasir tersebut produktivitasnya bisa mencapai 1,2 ton hingga 1,3 ton/ha.
"Saat ini kami bersama lima kelompok tani di Desa Cibulan juga melakukan kegiatan olah tanah dan tanam kedelai di lahan eks galian pasir seluas 200 ha," katanya, melalui keterangan tertulisnya yang diterima, Rabu (28/8).
1. Diharapkan dapat dilakukan di desa lain di Kuningan

Ia mengatakan gerakan olah tanah dan tanam kedelai di lahan eks galian pasir ini, diharapkan dapat dilakukan di desa-desa sekirat Kabupaten Kuningan.
"Galian pasir tak hanya ada di sini. Di beberapa daerah juga ada. Karena itu kami mengajak petani untuk mencintai lingkungan dengan memanfaatkan lahan marginal. Sebab, dengan cara tersebut petani tak hanya terlibat dalam perbaikan lingkungan yang rusak, tapi juga bisa meningkatkan produksi tanaman pangan dan menambah penghasilan," terangnya.
2. Lahan eks galian pasir seluas 500 ha

Adapun potensi lahan eks galian pasir di Desa Cibulan Kecamatan Cidahu seluas 500 ha,. Apabila semua lahan tersebut bisa dimanfaatkan untuk tanam kedelai varietas Anjasmoro akan menyejahterakan petani.
"Substansinya kami ingin mengubah mindset petani supaya tak menjadi buruh tambang pasir. Karena itu, kami mengajak mereka untuk tanam kedelai," sebutnya.
3. Kementan memberi pendampingan dan bantuan

Lebih lanjut, Ugi menekankan agar gerakan olah tanah dan tanam kedelai di lahan eks galian pasir bisa berjalan secara masif. Kementan melalui Ditjen Tanaman pangan juga memberi pendampingan dan batuan benih, pupuk organik, herbisida, pompa air, traktor roda 4, sera sarana dan prasarana produksi pertanian lainnya.
"Kalau di sini bisa ditanami kedelai 2 sampai 3 kali setahun. Karena ada sumber air dari eks galian pasir yang bisa kami pompa, sehingga kami masih bisa tanam kedelai di musim kemarau," tegasnya.













