Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cerita CEO Bukalapak, Bercita-cita Jadi PNS Malah Jadi Pengusaha
IDN Times/Hana Adi Perdana

Jakarta, IDN Times - Siapa yang tak kenal Bukalapak? Salah satu e-commerce raksasa di Indonesia. Bahkan Bukalapak saat ini statusnya sudah menjadi unicorn atau start-up yang memiliki valuasi senilai US$1 miliar (sekitar Rp13,1 triliun) atau lebih.

Sosok Achmad Zaky merupakan salah satu orang yang membawa Bukalapak bisa sebesar saat ini. Namun, ada hal yang menarik dari perjalanan pria lulusan Institute Teknologi Bandung (ITB) ini dalam kariernya.

Di Indonesia Development Forum (IDF) 2019, Zaky buka-bukaan soal cita-citanya saat kecil yang ternyata bukan ingin menjadi pengusaha seperti saat ini. Apa yang terjadi sekarang, kata Zaky, berkat orang-orang di sekitarnya yang menginspirasi.

1. Impian masa kecil menjadi PNS

Ilustrasi ASN (ANTARA FOTO/Akbar Aprilio)

Zaki mengungkapkan, dulu dia berkeinginan menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jenjang karier yang diinginkannya lantaran terinspirasi oleh jejak karier orang tuanya yang merupakan pegawai pemerintahan.

"Karena orang tua jadi PNS," ujarnya di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (23/7).

2. Jadi pengusaha karena terinspirasi

Pixabay.com/rawpixel

Lebih lanjut, Zaki mengungkapkan, dirinya kemudian berubah tujuan karier lantaran terinspirasi oleh teman-temannya di bangku kuliah. Pada saat itu, banyak rekan seangkatannya yang memilih menjadi pengusaha dibanding kerja di perusahaan.

"Dulu saya nanya alumni pengennya kerja, nah pas generasi saya itu pengennya usaha. ini perlu didorong supaya enterpreneur baru yang lebih bervariasi. semakin banyak itu inspirasi semakin menyebar. banyak banget enterpreneur kita lulusan SMK," jelas dia.

3. Takut mengambil risiko masih menjadi budaya

pixabay/startupstockphotos

Disamping itu, Zaky menyebut jika takut mengambil risiko masih menjadi budaya yang mengakar di Indonesia. Masih banyak lebih mencari aman dalam karirnya dengan memilih bekerja di perusahaan.

"Secara unun budaya Indonesia sangat anti terhadap risiko. Karena kita baru saja merdeka, menglami penderitaan yang berat. Punya pekerjaan tetap saja itu suatu achievement," tandasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article

artikelPublish-axig30 Sep 2026, 16:00 WIB
artikelPublish-7mpo29 Sep 2026, 13:58 WIB
artikelPublish-gbbg24 Sep 2026, 17:11 WIB
artikelPublish-q99l22 Sep 2026, 12:04 WIB
artikelPublish-89v421 Sep 2026, 15:24 WIB
artikelPublish-ohmn21 Sep 2026, 14:16 WIB
artikelPublish-on0l21 Sep 2026, 14:14 WIB
artikelPublish-8g2f18 Sep 2026, 14:33 WIB
artikelPublish-4iaw17 Sep 2026, 12:34 WIB
artikelPublish-pind17 Sep 2026, 12:31 WIB
Breaking 117 Sep 2026, 11:19 WIB
artikelPublish-mejz16 Sep 2026, 16:26 WIB
artikelPublish-19d816 Sep 2026, 11:18 WIB
artikelPublish-ut8915 Sep 2026, 16:00 WIB
artikelOnHold-rlla15 Sep 2026, 15:27 WIB
artikelPublish-pvpd14 Sep 2026, 14:37 WIB