Naik Motor Trail di Jalanan Kota, Ini 3 Keunggulannya!

Jakarta, IDN Times - Yamaha belum lama lalu meluncurkan WR155R. Motor penggaruk tanah ini akan berhadapan langsung dengan Kawasaki KLX150 dan Honda CRF150. Pasar motor trail di tanah air pun semakin panas.
Target market motor ini ternyata bukan cuma mereka yang wara-wiri di pegunungan, tapi juga anak-anak muda perkotaan, loh. Lihat saja di jalanan, banyak banget motor trail yang berseliweran.
Secara sekilas motor trail memang gak cocok untuk dibawa di perkotaan. Tapi ternyata banyak keuntungannya loh naik motor jenis ini di jalanan ibu kota. Berikut beberapa di antaranya:
1. Jalan rusak? Sikat aja!

Meski hampir semua jalan di kota besar sudah beraspal, namun tidak semua aspalnya mulus. Banyak juga yang sudah rusak dan berlubang-lubang.
Kalau naik motor matik, melewati jalan rusak jelas menyiksa. Tidak akan nyaman. Motor juga pasti akan cepat rusak karena motor matik tidak didesain untuk melibas medan rusak.
Nah, dengan motor trail, kamu bisa melibas jalan rusak tersebut dengan mudah dan tetap nyaman. Sebab sebagian besar trail saat ini sudah dibekali suspensi upsidedown yang nyaman banget buat melibas jalan rusak.
2. Polisi tidur di mana-mana

Selain jalan rusak, ada hal lain yang membuat naik motor menjadi tidak nyaman, yakni polisi tidur.
Meski sudah ada aturannya, namun tetap saja polisi tidur dibangun seenaknya. Akibatnya, sering dalam 100 meter ada lima polisi tidur.
Kalau kamu naik motor bebek atau matik, terlalu sering melibas polisi tidur bisa membuat pinggang sakit.
Tapi lain cerita kalau kamu naik motor trail. Dengan motor ini, melibas polisi tidur justru terasa nikmat.
3. Bisa melibas banjir

Satu lagi musuh motor bebek dan matik, yakni banjir atau genangan. Biasanya, banjir dengan ketinggian di 30cm saja sudah membuat kedua jenis motor ini mogok. Tapi, dengan motor trail, genangan setinggi 50cm pun masih bisa dilibas. Asik, kan?











.png)






