7 Tradisi Unik Menyambut Ramadan di Berbagai Kota di Indonesia

Mayoritas orang Indonesia memang beragama Islam. Tapi sebelum Islam masuk, banyak kepercayaan yang lebih dulu berkembang di sini.
Tak heran kalau terdapat tradisi Islam mendapat akulturasi dari berbagai budaya dan agama, termasuk dalam menyambut Ramadan. Nah, inilah beberapa tradisi unik dari berbagai kota dalam menyambut bulan puasa.
1. Bajong banyu, Magelang - Jawa Tengah

Warga Dawung di Magelang masih menjaga tradisi Bajong Banyu hingga saat ini. Bajong Banyu sendiri merupakan tradisi yang bermakna membersihkan diri sebelum menjalankan ibadah puasa.
Tradisi ini dilakukan dengan cara berkumpul di lapangan desa sejak pagi. Kemudian warga beranjak ke sumber air Tuk Dawung untuk mengambil air yang hanya berjarak 500 meter. Sumber air itu dipilih lantaran Tuk Dawung menjadi sumber air utama yang memberikan kehidupan untuk kawasan di sekitarnya.

Setelah mengambil air, mereka berkumpul kembali untuk mengumpulkannya ke dalam kendi besar di lapangan desa. Acara ditutup dengan pembacaan doa, serta perang air yang diawali dengan melempar plastik berisi air.
2. Meugang, Aceh

Tradisi khas Aceh ini telah dilakukan sejak zaman kerajaan pimpinan Sultan Iskandar Muda. Biasanya Meugang dilakukan dua hari sebelum Ramadan.
Beberapa daerah melakukannya tiga kali dalam setahun, yakni awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Biasanya dalam tradisi ini, mereka memasak daging dalam jumlah besar untuk dinikmati bersama orang-orang terdekat.
Banyak pula yang membawanya ke masjid atau yayasan yatim piatu. Meugang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur selama 11 bulan mencari nafkah.
3. Balimau, Minangkabau - Sumatera Barat

Dalam menyambut Ramadan, masyarakat Minangkabau biasanya melakukan Balimau. Sebuah tradisi mandi menggunakan jeruk nipis yang dilakukan di kawasan yang memiliki ailiran sungai atau tempat pemandian.
Tradisi ini dilakukan untuk membersihkan diri secara lahir dan batin. Jeruk nipis dipilih karena zaman dulu orang belum mengenal sabun seperti saat ini. Mereka menggunakan jeruk nipis atau limau sebagai alat membersihkan diri.
4. Megengan, Surabaya - Jawa Timur

Setiap tahunnya, beberapa daerah di Surabaya kerap membagikan kue apem dalam menyambut Ramadan. Tahun ini, pengurus wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) telah melakukannya pada malam pertengahan Syakban.
Mereka membagikan 1.440 kue apem yang jumlahnya mengacu pada tahun Hijriah saat ini. Dalam adat Jawa, tradisi ini lebih dikenal Megengan yang menjadi pertanda akan datangnya Ramadan. Tradisi simbolis ini ditandai dengan saling meminta maaf kepada seluruh saudara, kerabat, tetangga, dan sebagainya.
5. Nyorog, Betawi - DKI Jakarta

Lain halnya dengan masyarakat Betawi yang memiliki tradisi membagikan bingkisan makanan kepada orang terdekatnya. Meski ada sedikit perubahan, tradisi Nyorog telah berlangsung sejak zaman dahulu.
Dulu, isi bingkisan saat Nyorog berupa makanan siap saji, seperti sayuran, lauk, nasi, dan lain-lain. Sekarang isinya berupa makanan pokok, seperti kopi, gula, sirup, dan biskuit. Apapun itu, inti dari Nyorog adalah mempererat silaturahmi dan saling mengingatkan bahwa Ramadan akan segera tiba.
6. Dandangan, Kudus -Jawa Tengah

Dandangan merupakan tradisi lama para santri di depan Masjid Menara Kudus setiap jelang Ramadan. Mereka menunggu kepastian awal puasa dimulai dari Syeikh Jafar Shodiq. Seiring berjalannya waktu, banyak pedagang yang memanfaatkan momen tersebut untuk berjualan.
Kini Dandangan lebih dikenal sebagai pasar malam menjelang Ramadan. Biasanya acara dilakukan di sekitaran alun-alun kota, warga pun menampilkan beberapa atraksi di depan pendopo kabupaten.
7. Pawai obor

Dari sekian banyak tradisi unik, pasti pawai obor ini cukup familiar di berbagai daerah. Apakah di tempatmu juga sering mengadakan pawai obor dalam menyambut Ramadan?
Pawai obor sendiri biasanya dilakukan dengan cara arak-arakan membawa obor yang terbuat dari bambu. Hal ini bertujuan untuk menarik antusiasme masyarakat setempat dalam menyambut bulan penuh rahmat sebulan ke depan. Pawai obor juga menjadi sarana silaturahmi antarwarga.
Itulah beberapa tradisi menyambut Ramadan di berbagai daerah. Kalau di tempat tinggalmu gimana, nih? Ceritakan di kolom komentar ya!

.png)










.png)

