Pulau Paskah merupakan pulau yang terletak di selatan Samudra Pasifik. Pulau ini mulai dikenal ketika ahli navigasi asal Belanda, Roggeveen, menemukan pulau Paskah di awal abad ke-18.
Peradaban Pulau Paskah mulai merosot drastis semenjak kedatangan Belanda, terutama akibat terlalu padatnya jumlah penduduk, penebangan hutan, dan eksploitasi sumber daya alam yang terbatas di pulau yang amat terisolasi ini. Belum lagi berbagai macam penyakit yang dibawa oleh para pendatang yang semakin membuat populasi pulau ini menurun.
Di pulau ini juga terdapat artefak-artefak bersejarah seperti moai dan rongorono. Moai sendiri merupakan patung-patung besar yang menjadi simbol pulau ini. Sedangkan rongorono merupakan lembaran-lembaran misterius yang ditemukan di pulau ini.