2019 Jadi Tahun Pertama Hadirnya Facebook Summit di Indonesia

Jakarta, IDN Times – Perusahaan Facebook menjadi aplikasi digital yang besar. Dengan produknya yaitu Facebook, Instagram dan WhatsApp. Banyak inovasi yang selalu dihadirkan dari ketiga aplikasi tersebut.
Perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini hadirkan Facebook Summit di Indonesia untuk pertama kali. Dengan mengundang banyak komunitas yang berkembang di platfrom yang disediakan Facebook. Facebook Summit Indonesia 2019 pun dilaksanakan pada Rabu (16/10) di Sheraton Gandaria City, Jakarta.
1. Facebook Summit Indonesia yang pertama

Menjadi Facebook Summit Indonesia pertama, perusahaan penyelenggara pun mempunyai tujuan dari acara ini. Dengan mengusung tema Kita Satu Kita Laju, Facebook ingin terus mendukung kemajuan bagi masyarakat Indonesia.
“Indonesia adalah pasar kami yang menarik. Ada 115 juta orang menggunakan Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Saya juga berpikir kalian semua setuju bahwa teknologi menentukan komunitas beragam yang kita miliki di Indonesia. Itulah menjadi bahan bakar di keluarga aplikasi Facebook,” kata Vice President Facebook Asia Tenggara, Benjamin Joe.
Benjamin juga mengutarakan alasan dari acara ini untuk connect, support dan celebrate untuk para komunitas dan bisnis yang berbasis platfrom Facebook. Dalam Facebook Summit diharapkan komunitas dan bisnis dapat berbagi dan belajar dari satu sama lain. Pihak Facebook mengundang komunitas dan bisnis berbasis platform mereka, baik yang besar dan kecil.
2. Facebook jadi platform bisnis di Indonesia

Facebook pun melakukan riset untuk melihat perannya dalam membantu pembangunan ekonomi di Indonesia. Facebook pun melakukan riset kepada beberapa komunitas dan bisnis mengenai peranan aplikasi milik perusahaan Facebook.
“59 persen pelaku survei merupakan perusahaan yang berasal dari aplikasi Facebook. Angka tersebut sangat menarik, dengan mencerinkan Facebook mendukung pengembangan kewirausahaan di Indonesia,” tutur Kepala Kebajikan Publik Facebook Indonesia, Ruben Hattari.
Ruben juga mengatakan bahwa 89 persen responden setuju adanya peran aplikasi Facebook dalam pengembangan usaha mereka. Kehadiran UMKM di Indonesia menjadi tulang punggung perekonomian di Indonesia, menambah luasnya lapangan pekerjaan.
“Facebook pun hadir juga dengan 74 persen mengurangi hambatan (perusahaan) untuk bertumbuh, dan 71 persen bantu pengelolaan staf operasional,” tambah Ruben.
Dengan hadirnya banyak komunitas dan bisnis di tiga aplikasi Facebook ini, selain dari sisi ekonomi ada juga dari sisi pihak terkait. Jika dilihat dari sisi individu, membantu para pengguna untuk menjalin hubungan yang lebih dekat. Tak hanya itu, ternyata 41 persen mendapatkan keterampilan baru, seperti digital dan literasi, serta soft skills.
Lalu, Ruben juga memaparkan bahwa Facebook memiliki kontribusi membangun komunitas yang menggunakan aplikasi milik Facebook. 94 persen meningkatkan hubungan terkait tujuan vokasi. Contohnya Mafindo, Masyarakat Anti Hoaks Indonesia. Awalnya hanya grup kecil di Facebook, sekarang menjadi pengecek fakta ketiga untuk Facebook. Sekarang pun sedang bekerja sama untuk mengembangkan suatu chatbot di WhatsApp untuk menyaring informasi yang kurang benar.
Platform Facebook pun digunaka juga secara massif oleh pemerintahan,” kata Ruben.
Ruben pun menjelaskan dengan hadirnya tiga aspek dari Facebook bantu wujudkan E-government. Tiga aspek tersebut yaitu, membantu pemerintahan untuk menjangkau masyarakat, memahami senitimen, serta menerima dan menjawab pernyataan dari masyarakat. Hadirnya interaksi lebih cepat, menjadi pokok membantu bagikan informasi. Contohnya melalui Instagram, dapat membagikan informasi baru.
3. Facebook di Indonesia Hadirkan Ekosistem Hub

Facebook pun hadirkan program yang disebut Ekosistem Hub. Degan maksud hadirnya lokasi untuk para komunitas di Facebook untuk berkumpul dan berdiskusi. Lokasi tersebut diberi nama Ruang Komunal dan Lab Innovation.
“Jadi lokasi ini merupakan ruang kolaborasi yang gratis dan terbuka untuk semua masyarakat. Ruang Komunal menjadi rumah dari 860 komunitas Indonesia,” jelas Benjamin.
Sedangkan untuk Lab Innovaton menjadi tempat fisik untuk startup berkolaborasi dan berdiskusi untuk mengembangkan keahlian. LiNov, nama panggilan lokasi ini difokuskan untuk menguatkan industry teknologi di Indonesia. Masing-masing Ekosistem Hub ini pun memiliki programnya sendiri.
Ruang Komunal terletak di Kawasan SCBD Jakarta, dan untuk LiNov berlokasi di CoHive Plaza Asia. Untuk masuk ke dalam lokasi pun gratis, tetapi harus menyesuaikan dengan jadwal yang ada.


















