Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tampil Apik, 7 Gelandang Asing Terbaik Ini Malah Dilepas Arema

Tampil Apik, 7 Gelandang Asing Terbaik Ini Malah Dilepas Arema
instagram.com/makankonate10

Diakui atau tidak, pemain asing di Liga Indonesia memang bisa mendongkrak performa tim. Ini dirasakan salah satu klub asal Jatim, Arema. Sejak Liga Indonesia diputar perdana pada medio 1990-an, klub Singo Edan memang kerap mengandalkan pemain dari luar.

Selain striker,ย  posisi yang sering diisi pemain asing ini adalah gelandang. Sayangnya, meski sudah bermain apik dan berprestasi, mereka harus dilepas karena satu dan lain hal. Ini gelandang asing terbaik yang sempat dimiliki Arema dan akhirnya pindah klub.

1. Makan Konate

instagram.com/makankonate10
instagram.com/makankonate10

Masih hangat, Makan Konate harus meninggalkan Arema FC pada awal tahun 2020. Padahal, pemain asal Mali itu tampil gemilang sepanjang musim lalu, mencetak 16 gol dan 11 assist di liga, serta menjuarai turnamen pramusim Piala Presiden 2019.

Menurut kabar, sebenarnya pelatih baru Arema, Mario Gomez, masih menginginkan Konate berada di tim. Namun, karena sang pemain menuntut kenaikan bayaran yang dinilai di luar kewajaran, manajemen pun terpaksa melepasnya.

2. Esteban Vizcarra

instagram.com/este_vizcarra
instagram.com/este_vizcarra

Pemain kelahiran Argentina ini diboyong ke Malang pada Juli 2015 dari Semen Padang. Menjadi dirijen lapangan tengah serta bermain bersama Cristian Gonzales dan Kurnia Mega, Vizcarra sempat mencicipi gelar Piala Presiden edisi 2017.

Sayangnya, pemain yang selalu tampil dengan rambut rapi ini hanya dua tahun membela klub Malang. Pada tahun 2017, Vizcarra resmi hengkang ke Sriwijaya FC. Ia sendiri sempat berpamitan kepada seluruh Aremania lewat akun Instagram pribadinya.

3. Gustavo Lopez

twitter.com/OngisnadeNet
twitter.com/OngisnadeNet

Cukup lama memperkuat Persela, Gustavo Fabian Lopez akhirnya pindah ke Arema FC pada tahun 2014. Ia langsung membuat Aremania jatuh hati dengan permainannya, plus menyumbang gelar Indonesia Inter Island Cup 2014/2015.

Sayangnya, karena kompetisi dalam negeri sedang mengalami guncangan, dibekukan pemerintah hingga FIFA, Lopez pun memutuskan pindah ke Malaysia memperkuat Terengganu. Ia sempat melalukan seleksi di Arema pada 2018, namun urung bergabung.

4. Esteban Guillen

twitter.com/indostransfer
twitter.com/indostransfer

Pesepakbola kelahiran Uruguay ini bergabung dengan Arema pada tahun 2009. Yang paling diingat dari pemain ini adalah sepakan bebas mautnya dan kesuksesannya mengantarkan tim meraih gelar Indonesia Super League 2009/2010.

Kala itu, bersama Roman Chmelo, Noh Alam Shah, dan Muhammad Ridhuan, mereka sering disebut sebagai Fantastic Four. Setelah tiga tahun berada di Malang, ia hengkang ke Persiba, sebelum akhirnya pensiun dan meneruskan karier sebagai pelatih.

5. Roman Chmelo

twitter.com/indostransfer
twitter.com/indostransfer

Pemain berkebangsaan Slovakia ini datang ke Malang pada tahun 2009. Ia menjadi salah satu dari sedikit pesepakbola asal Eropa yang sukses berkarier di Indonesia karena mampu mencicipi juara kompetisi level tertinggi pada musim 2009/2010.

Meski berposisi sebagai gelandang, Roman cukup produktif, menyumbang 75 gol dari 145 partai. Namun, karena dualisme yang terjadi di Arema, membuatnya hijrah pada tahun 2012. Saat ini, ia sering mengunggah kenangannya selama berkostum tim Singo Edan.

6. Muhammad Ridhuan

straitstimes.com
straitstimes.com

Pemain asal Singapura yang sempat menjadi pujaan suporter Arema. Bersama kompatriotnya, Noh Alam Shah, Ridhuan menjadi bagian tim Singo Edan yang menjuarai kompetisi Indonesia Super League pada musim 2009/2010.

Saat Arema dilanda dualisme, pesepakbola ini tetap setia di Malang. Namun, setelah 3,5 tahun, ia akhirnya dipinjamkan ke Persisam Putra Samarinda (kini Bali United), sebelum akhirnya pulang kampung karena Indonesia mendapatkan sanksi dari FIFA.

7. Joao Carlos

twitter.com/Nohmoe
twitter.com/Nohmoe

Depan ketiga dari kiri dalam foto di atas, Joao Carlos dijuluki sebagai Si Tukang Sihir. Pasalnya, pemain kelahiran Brazil itu kerap menampilkan permainan cantik, dengan gocekan maut dan passing akurat tanpa melihat kawan.

Ia sendiri memperkuat Arema sejak tahun 2004. Jo turut andil menyumbang gelar Divisi I dan dua kali Copa Indonesia. Karena tidak cocok dengan gaya kepelatihan Miroslav Janu, ia terpaksa pindah ke PSIS Semarang pada paruh musim 2007.

Nah, itu tadi deretan gelandang asing yang sempat tampil apik untuk Arema, yang sayangnya harus dilepas ke klub lain. Idolamu yang mana nih? Rodrigo Araya, mungkin?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Binar
EditorBinar
Follow Us

Latest in Sport

See More

Aut aut quibusdam qui ducimus qui iusto

30 Jan 2026, 16:05 WIBSport
Artikel 31

Artikel 31

16 Sep 2025, 10:49 WIBSport
Artikel 25

Artikel 25

16 Sep 2025, 10:25 WIBSport
Artikel 24

Artikel 24

16 Sep 2025, 10:24 WIBSport
Artikel 15

Artikel 15

16 Sep 2025, 10:16 WIBSport
Artikel 11

Artikel 11

16 Sep 2025, 10:13 WIBSport
Artikel 8

Artikel 8

16 Sep 2025, 10:12 WIBSport
Artikel 7

Artikel 7

16 Sep 2025, 10:12 WIBSport