Perebutan Sepatu Emas: Messi Posisi 30, Ronaldo Tercecer di Urutan 143

Superstar Barcelona, Lionel Messi baru saja mengantongi penghargaan Ballon d'Or keenamnya minggu ini. Namun, ia tampaknya harus bekerja sangat keras untuk memenangkan penghargaan pencetak gol terbanyak di benua biru atau Sepatu Emas Eropa musim ini. Nasib serupa dialami sang rival, Cristiano Ronaldo
1. Messi berada di urutan 30

Meski telah memenangkan penghargaan Sepatu Emas selama tiga tahun berturut-turut, musim ini ia menghadapi persaingan ketat. Seperti dilansir dari Fox Sport, beberapa nama baru mulai bermunculan. Uniknya, pemain Argentina itu hanya berada di urutan 30 dalam perebutan Sepatu Emas setelah hanya mencetak 9 gol musim ini.
2. Ronaldo tercecer di posisi 143

Lantas bagaimana dengan rival utama Messi, Cristiano Ronaldo? Penyerang Juventus ini justru tercecer di posisi 143. Sebuah posisi yang aneh mengingat dia diharapkan menjadi pesaing terbesar Messi untuk penghargaan tersebut.
3. Posisi pertama sementara diduduki oleh Ciro Immobile

Adapun posisi pertama saat ini ditempati oleh penyerang Lazio, Ciro Immobile, dengan 17 gol atau 34 poin. Pada posisi dua, striker Bayern Munich, Robert Lewandowski mendekati pemain Lazio itu dengan 32 poin.
Di Liga Inggris sendiri pemain dengan peringkat tertinggi adalah Jamie Vardy dari Leicester City. Ia mengantongi total 26 poin tetapi hanya berada di posisi ke enam.
4. Immobile tunjukkan performa luar biasa pada pekan lalu

Pada pertandingan terakhirnya pekan lalu, Immobile hanya membutuhkan sembilan menit untuk mencetak gol. Ia mencetak gol ke-17 nya melalui titik penalti saat melawan Udinese. Ia pun kini menjadi top skor di Serie-A Liga Italia.
5. Nilai gol yang dicetak di liga teratas akan dikalikan dua

Sejak musim 1996-97, penilaian Sepatu Emas telah menggunakan sistem poin. Hal ini memungkinkan pemain di liga yang lebih tinggi untuk memenangkan penghargaan, bahkan jika mereka mencetak gol lebih sedikit daripada pemain di divisi yang lebih rendah.
Gol yang dicetak di lima liga teratas Eropa menurut koefisien UEFA, dikalikan dengan faktor dua. Setiap gol yang dicetak di liga yang peringkatnya dari enam hingga 21 dikalikan dengan faktor 1,5, dan gol yang dicetak di liga yang peringkatnya 22 dan di bawahnya dikalikan dengan faktor 1.

















.png)