Manajemen Arema akan Ajukan Banding untuk Yuli Sumpil, Ini Syaratnya

Malang, IDN Times - General Manajer Arema FC, Ruddy Widodo, mengatakan bahwa pihaknya akan mengajukan banding kepada PSSI atas larangan masuk stadion seumur hidup terhadap dua pentolan Aremania, Yuli Sumpil dan Fandi. Namun, banding tersebut hanya akan diajukan dengan syarat. "Kami akan panggil Yuli dan Fandi. Kami akan menawarkan untuk banding ke PSSI. Tapi, Yuli dan Fandi harus bisa ubah sikap," terangnya, Rabu, (30/1).
1. Sanksi kepada Yuli sangat disayangkan

Menurut Rudy, vonis terhadap Yuli Sangat disayangkan. Sebab, Yuli dikenal sebagai kreator suporter di bumi Arema dan Tanah Air. Pertimbangan itulah membuat manajemen Arema FC akan melayangkan banding, bahkan kalau bisa sanksi tersebut bisa dihapus. "Peluang banding itu ada apabila dia bisa berubah. Maka dari itu, kami dialog terlebih dahulu dengan dia. Kalau dia tidak ingin mengubah sikapnya, susah hal itu bisa tercapai," ujarnya.
2. Pernah ingin mengajukan banding

Ruddy menerangkan bahwa sebenarnya sejak awal manajemen memiliki keinginan untuk segera melakukan banding. Namun, hal itu dibatalkan lantaran Arema juga terkena sanksi tanpa penonton hingga akhir musim. "Pertimbangannya karena masa hukuman tim. Kemarin kan tim dihukum larangan. Kalau pun kita mengajukan banding ya dirasa percuma. Yuli pun juga tidak akan bisa masuk stadion," terangnya.
3. Yuli Sumpil harus jadi duta anti-rasialis dulu sebelum ajukan banding

Selain mengubah sikap, manajemen Arema FC juga telah menyiapkan langkah besar bagi Yuli Sumpil. Manajemen ingin Yuli Sumpil sebagai duta anti-rasialis di sepakbola Indonesia. Apabila Yuli bersedia menjadi duta, manajemen melalui tim hukum langsung melakukan banding. "Jelasnya kita ajukan banding dulu, tapi kita ingin ada garansi dari Yuli. Kalau dia benar benar ingin berubah, pastinya kami optimistis banding akan diterima," ungkapnya.
4. Yuli berulah saat Arema jamu Persebaya

Pentolan Aremania, Yuli Sumpil dan Fandi, memang divonis seumur hidup tak boleh masuk stadion oleh Komisi Disiplin PSSI. Dirigen Aremania yang memiliki nama asli Yuli Sugiharto ini dianggap melakukan tindakan tercela dengan cara mengintimidasi pemain Persebaya Surabaya yang pada kala itu berhadapan dengan Arema FC pada putaran kedua Liga 1 2018 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Saat itu, Yuli memasuki lapangan sembari menaburkan uang di depan pemain Persebaya.

















.png)