Jakarta, IDN Times - Tiada kata menyerah atau pasrah bagi Mirah (56) dalam menghadapi hidupnya kini. Setelah sang anak wafat, beberapa bulan terakhir Mirah terpaksa menjajakan cilor (cilok telor). Pilihannya untuk berdagang lantaran ingin sekadar menghibur diri dan mengisi hidupnya yang jadi hampa.
Semenjak pindah dari Jakarta ke Indramayu, Mirah ingin sedikit melupakan kesedihan terbesar dalam hidupnya, yakni kehilangan anak laki-laki satu-satunya yang paling disayanginya, Haringga Sirla. Tak pelak segala cara pun dilakukannya untuk bisa menjalankan kehidupan seperti sedia kala.
