Ditinggal Harry Maguire ke Manchester United, nyatanya tak mengurangi ketangguhan lini belakang Leicester. Mempercayakan Caglar Soyuncu bertandem dengan bek veteran, Jonny Evans, Leicester baru kebobolan 5 gol saja sejauh ini. Paling sedikit di liga bersama dengan Liverpool.
Agresivitas serangan kemudian dipercayakan kepada duo bek sayap eksplosif, Ben Chilwell dan Ricardo Pereira, lalu kepada sang maestro, James Maddison. Pemain bernomor punggung 10 ini seolah menjadi nyawa bagi skuat Si Rubah. Menghadirkan kembali memori kala mereka memiliki sosok genius dalam diri Riyad Mahrez.
Sementara di depan, penyerang ikonik, Jamie Vardy, masih jadi andalan. Dari 7 laga yang sudah dijalani, Vardy kini mengoleksi 5 gol, di mana di laga terakhir lawan Newcastle United, ia sukses memborong dua gol.
Tak cukup di situ, Leicester kini juga disesaki para pemain muda bertalenta. Mulai dari talenta impor seperti Youri Tielemans, Wilfred Ndidi, dan Kelechi Iheanacho, hingga talenta muda Inggris macam Harvey Barnes, Demarai Gray, hingga Hamza Choudhury.
Semakin lengkap, mereka juga memperkuat tim dengan pemain-pemain matang seperti Ayoze Perez dan Dennis Praet, yang keduanya didatangkan di awal musim panas lalu.