“Laga yang sangat sulit untuk alasan berbeda, lawan yang liar. Saya tahu orang tidak suka ketika saya mengatakan itu, tapi angin datang dari segala arah dan Anda melihat itu di banyak situasi yang tidak membantu permainan sepakbola apa pun, terutama ketika bola di udara."
“Kami memiliki tiga atau empat peluang besar di pertandingan yang benar-benar suliti dikendalian karena dua hal yang saya katakan. Saya tidak yakin apakah mereka dihitung sebagai shot on target – Mo memiliki kans sangat besar, Fabinho memiliki kans sangat besar.
Gagal Raih Kemenangan di Derbi Merseyside, Klopp Salahkan Angin
Liverpool harus rela posisinya di puncak klasemen tergusur oleh Man City di pekan ke-29 Liga Inggris. Hal ini tak terlepas dari hasil imbang tanpa gol yang didapatkan saat bertandang ke Goodison Park menghadapi Everton pada Minggu malam (03/03). Di sisi lain, Man City sukses raih kemenangan 1-0 atas Bournemouth.
Jurgen Klopp tidak terlalu senang dengan hasil yang diraih oleh timnya. Ia pun menyatakan jika angin kencang yang mewarnai laga derbi tersebut membuat Liverpool kesulitan mengalahkan Everton.
1. Saling serang, namun tak ada satu pun gol tercipta

The Reds hadir ke Goodison Park dengan kondisi onfire usai menang telak atas Watford 5-0 di pekan sebelumnya. Kedua tim membuka laga dengan tempo cepat. Peluang pertama hadir dari Liverpool di menit ke-15 dari tendangan Mohamed Salah, namun usahanya masih mampu ditepis Jordan Pickford. Salah kembali mendapatkan peluang emas di menit ke-28 saat tinggal berhadapan dengan Jordan Pickford, sayangnya sepakan kaki kirinya masih bisa diselamatkan oleh sang kiper.
Lini pertahanan Everton terlalu tanguh, babak pertama berakhir imbang tanpa gol. Di babak kedua giliran tuan rumah yang tampil lebih agresif. Dominic Calvert-Lewin mendapatkan peluang apik, namun sundulannya masih bisa diamankan Alisson Becker. Demi meningkatkan serangan, kedua tim memasukan pemain baru di tengah laga. Klopp memasukan Roberto Firmino dan James Milner, sedangkan Silva memasukan Richarlison.
Kedua tim pun silih berganti melakukan serangan. Namun hingga laga usai, tak ada satu pun gol tercipta. Dengan hasil ini, Liverpool harus turun ke posisi kedua klasemen sementara. Sedangkan Everton masih tertahan di posisi ke-10.
2. Jurgen Klopp: Angin membuat Liverpool kesulitan

Klopp tidak puas dengan hasil yang diraih oleh anak asuhya. Ia menyatakan jika faktor angin membuat timnya kesulitan mencetak gol. Kini mereka tertinggal satu angka dari Man City dengan sisa 9 pertandingan lagi.
Mohamed Salah kembali menjadi sorotan karena gagal memanfaatkan beberapa peluang emas yang didapatkannya. Ia pun sudah absen mencetak gol dalam tiga pertandingan terakhirnya. Bahkan sepanjang Februai kemarin, ia hanya mampu mencetak satu gol saat mengalahkan Bournemouth.
3. Liverpool kini dihantui Deja Vu kegagalan menjadi juara di akhir musim

Pekan ke-29 Liga Inggris menjadi hal yang mengecewakan bagi pasukan Liverpool. Jelang sembilan laga tersisa, mereka kehilangan posisi puncaknya. Hal ini seolah membangkitkan kenangan buruk yang didapatkan pada musim 2013/2014. Saat masih diasuh Brendan Rogers, Liverpool hampir saja menjadi juara. Namun mereka justru tampil buruk menjelang musim berakhir, tak ayal Man City pun mampu menikung dan menjadi juara.
Tak bisa dipungkiri Liverpool kini dalam kondisi bahaya. Mereka membuang percuma 18 poin potensial dari 6 laga terakhirnya. Dalam periode tersebut, mereka hanya meraih empat hasil imbang dan dua kemenangan. Di sisi lain, Man City bangkit dengan meraih sembilan kemenangan dari 10 laga terakhirnya.
City pun mampu mereduksi poin dimana mereka sempat tetinggal tujuh pon dari Liverpool. Kini persaingan meraih trofi pun akan semakin ketat dan menarik di sisa pertandingan musim ini. Kedua tim masih akan berhadapan dengan tim-tim besar di sisa laga musim ini. Liverpool masih akan berhadapan dengan Chelsea dan Tottenham Hotspurs. Sedangkan Man City akan berhadapan dengan Man United dan Tottenham.
Lalu siapakah yang akan keluar sebagai juara di akhri musim?

















.png)