Stadion Olimpiade Baku, Kamis (30/5) malam kemarin, helatan UEFA Europa League 2018/19 mencapai puncaknya. Ibu kota Azerbaijan, diberi kehormatan menjadi tuan rumah malam Eropa untuk kali perdana. Bukan memperebutkan Si Kuping Besar, namun sudah cukup supremasi kelas dua.
Di tengah keringnya udara negeri pecahan Soviet, dua tim papan atas saling sua. Tak tanggung-tanggung, dua kesebelasan London kembali saling jajal pertaruhkan asa. Sebagian kalangan menyebut inilah bukti sahih kebangkitan sepak bola tanah Britania. Namun, Derby London cuma bertindak sebagai karpet merah akhir pekan kota Madrid yang sarat drama.
