Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
FOTO: Untuk Satu Malam, Warna Kota Baku Berubah Menjadi Biru
UEFA.com/Getty Images

Stadion Olimpiade Baku, Kamis (30/5) malam kemarin, helatan UEFA Europa League 2018/19 mencapai puncaknya. Ibu kota Azerbaijan, diberi kehormatan menjadi tuan rumah malam Eropa untuk kali perdana. Bukan memperebutkan Si Kuping Besar, namun sudah cukup supremasi kelas dua.

Di tengah keringnya udara negeri pecahan Soviet, dua tim papan atas saling sua. Tak tanggung-tanggung, dua kesebelasan London kembali saling jajal pertaruhkan asa. Sebagian kalangan menyebut inilah bukti sahih kebangkitan sepak bola tanah Britania. Namun, Derby London cuma bertindak sebagai karpet merah akhir pekan kota Madrid yang sarat drama.

1. Baku Olympic Stadium, arena berkapasitas 68.700 orang yang terletak di timur ibu kota Azerbaijan, kembali menggelar pertandingan internasional sejak Oktober 2016

UEFA.com/Getty Images

2. Suporter Chelsea berharap tim kesayangan mengulang prestasi juara Europa League 2012/13, kala The Blues menekuk Benfica 1-2 di Amsterdam Arena

UEFA.com/Getty Images

3. Fans Arsenal rela menempuh jarak 4.600 kilometer, demi mendukung langsung anak asuh Unai Emery memangkas puasa gelar Eropa sejak musim 1993/94

UEFA.com/Getty Images

4. Cedera di final Europa 2012/13, Eden Hazard berkesempatan mencicipi sengitnya partai pamungkas malam Eropa untuk pertama kali sepanjang karirnya

UEFA.com/Getty Images

5. Makna gestur pelatih kepala tim utama Arsenal, Juan Carlos Carcedo, rasanya cukup jelas: "Ini malam kalian! Berjuanglah!"

UEFA.com/Getty Images

6. Kick off! Siapa sangka jika Derby London yang biasanya menjadi bagian Liga Inggris kini bertindak sebagai puncak helatan Europa League?

UEFA.com/Getty Images

7. Maurizio Sarri dan Unai Emery kembali beradu taktik untuk kali ketiga dalam semusim. Skor kedua tactician sebelum bertemu di Baku: 1-1

UEFA.com/Getty Images

8. Duel lini tengah antara Jorginho dan Mesut Ozil, aura derby yang tetap keras seperti biasa meski jauh dari suasana metropolitan London

UEFA.com/Getty Images

9. Tanpa gol di babak pertama, sundulan Olivier Giroud memecah kebuntuan Chelsea tepat di menit ke-49. Tak ada selebrasi berlebihan mengingat ia pernah berbaju merah dari tahun 2012 hingga 2018

UEFA.com/Getty Images

10. Menit ke-60, giliran Pedro Rodriguez yang catatkan nama di papan skor usai tembakan mendatarnya (berkat asis Eden Hazard) gagal dibendung Petr Cech

UEFA.com/Getty Images

11. Menit 64', Giroud dijatuhkan gelandang Ainsley Maitland-Niles di kotak penalti. Wasit Gianluca Rocchi tanpa ragu langsung menunjuk titik putih. Eden Hazard melaksanakan tugas algojo dengan sempurna

UEFA.com/Getty Images

12. Menit ke-69, tembakan Alex Iwobi dari luar kotak penalti menghujam jala gawang Kepa Arrizabalaga. Skor berubah 3-1.

UEFA.com/Getty Images

13. Menit ke-72, Hazard membuat derita Arsenal berlipat. Kerjasama satu duanya dengan Giroud hasilkan gol keempat Chelsea

UEFA.com/Getty Images

14. Waktu normal rampung, seluruh pemain dan ofisial Chelsea larut dalam kegembiraan merayakan gelar Europa kedua. Waktunya selebrasi!

UEFA.com/Getty Images

15. Emery belum mampu menularkan prestasi Sevilla ke Arsenal, masih ada waktu untuk bagi sang Spaniard untuk membuktikan kapasitasnya

UEFA.com/Getty Images

16. Wajah sumringah Sarri saat mengangkat trofi mayor pertama sebagai manajer sejak 1990. Tidak menghitung trofi Coppa Italia Serie D 2002/03 bersama klub tarkam bernama Sansovino

UEFA.com/Getty Images

17. Siapa bisa menebak isi kepala sang kapten The Gunners di bangku cadangan?

UEFA.com

18. Pemilik Chelsea, Roman Abramovich, turut larut dalam perayaan bersama Cesar Azpilicueta. V is for Victory!

UEFA.com/Getty Images

19. Trofi Europa jadi persembahan pamungkas Hazard untuk Chelsea sebelum hengkang dari Stamford Bridge di bursa transfer musim panas mendatang

UEFA.com/Getty Images

20. Cech berdiri mengawasi "wilayah kekuasaannya" untuk terakhir kali. Kisah sebagai pemain profesional tak berujung manis, jelas tak ia inginkan. Di hawa panas kota Baku, memori kiper berpaspor Ceko ini kembali tertuju pada seluruh momen manis-pahit karirnya

UEFA.com/Getty Images

Baku berubah biru, skor 4-1 untuk The Blues terpampang meyakinkan saat Gianluca Rocchi mengakhiri waktu normal. Cesar Azpilicueta beserta kolega larut dalam perayaan, satu lagi nama di trofi yang kekal. Sementara Mesut Ozil dan kawan-kawan belum juga akhiri puasa gelar Eropa, musim depan harus kembali dijajal.

Malam itu, Petr Cech dan Eden Hazard sama-sama menutup lembaran. Sang kiper legenda hidup London Biru memutuskan resmi gantung sarung tangan. Sedang si winger lincah memilih hengkang dari Stamford Bridge meski sebagian suporter tak kunjung mengucap kata kerelaan.

Malam itu, Baku berubah menjadi biru. Bukan kesedihan, melainkan sukacita Chelsea merayakan gelar penghapus awan mendung musim runyam lagi sembilu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team