twitter.com/ChampionsLeague
Real Madrid sejatinya mengawali pertandingan babak 16 besar leg II ini dalam posisi menguntungkan. Kemenangan 2-1 di markas Ajax Amsterdam pada 14 Januari lalu, membuat Los Blancos hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke perempat final. Namun, Ajax rupanya menolak menyerah.
Justru, pemain-pemain Ajax tampil percaya diri, berani dan seperti tak kenal lelah. Sebaliknya, Real Madrid yang bermain tanpa Sergio Ramos karena skorsing kartu kuning, seperti kalut setiap kali mendapat serangan. Itu terlihat ketika Ajax mampu unggul cepat di menit ke-7 lewat gol Hakim Ziyech usai meneruskan sodoran Dusan Tadic. Ajax bahkan menggandakan keunggulan di menit ke-18 lewat David Neres, lagi-lagi berkat assists dari Tadic.
Skor 0-2 membuat Real Madrid dalam situasi sulit. Sebab, agregat menjadi 2-3 untuk Ajax. Real Madrid bukannya tanpa peluang. Beberapa peluang mereka dapat. Termasuk dua peluang lewat Varane dan Gareth Bale yang menghantam mistar.
Petaka bagi Madrid bertambah setelah Lucas Vasquez cedera di menit ke-29, lantas Viniciuz Jr juga cedera di menit ke-35. Keduanya digantikan Gareth Bale dan Marco Asensio.
Di babak kedua, bukannya tampil lebih ganas, gawang Madrid malah yang kemblai jebol lewat gol Dusan Tadic di menit ke-62. Gol ini sempat dianalisis melalui VAR karena jauh sebelumnya, bola sempat terlihat keluar dari lapangan saat terjadi perebutan bola di lapangan tengah.
Namun, wasit Felix Bruch mengesahkan gol itu. Madrid sempat punya asa sata Asensiso mencetak gol di menit ke-70. Namun, dua menit berselang, free kick keren Lasse Schone membuat Ajax unggul 4-1.
Sampai di sini, laga seperti sudah game over. Sebab, di 20 menit akhir, Madrid harus mencetak empat gol bila ingin lolos. Malah, suporter Madrid banyak yang beranjak dari stadion.
Madrid akhirnya mengakhiri laga dengan 10 pemain setelah Nacho menerima kartu kuning kedua di masa injury time. Madrid pun kalah agregat 3-5 dan tersingkir dari Liga Champions musim ini.