Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
twitter.com/theScoreFC
twitter.com/theScoreFC

Tidak akan ada nama Real Madrid di babak-babak penting Liga Champions musim 2018/19 ini. Sang juara Liga Champions di tiga musim terakhir, dipastikan gagal mempertahankan gelarnya setelah tersingkir di babak 16 besar.

Ya, Real Madrid tersingkir cepat dari panggung Liga Champions musim ini setelah dipermalukan tim Belanda, Ajax Amsterdam di kandang mereka, Santiago Bernabeu, Rabu (6/3) dini hari tadi. Madrid gagal lolos ke perempat final.

Berikut beberapa fakta tersingkirnya Real Madrid dari panggung Liga Champions musim ini.

1. Dua kali peluang digagalkan tiang gawang, dua pemain cedera di babak pertama, gawang Real Madrid dijebol Ajax empat kali

twitter.com/ChampionsLeague

Real Madrid sejatinya mengawali pertandingan babak 16 besar leg II ini dalam posisi menguntungkan. Kemenangan 2-1 di markas Ajax Amsterdam pada 14 Januari lalu, membuat Los Blancos hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke perempat final. Namun, Ajax rupanya menolak menyerah.

Justru, pemain-pemain Ajax tampil percaya diri, berani dan seperti tak kenal lelah. Sebaliknya, Real Madrid yang bermain tanpa Sergio Ramos karena skorsing kartu kuning, seperti kalut setiap kali mendapat serangan. Itu terlihat ketika Ajax mampu unggul cepat di menit ke-7 lewat gol Hakim Ziyech usai meneruskan sodoran Dusan Tadic. Ajax bahkan menggandakan keunggulan di menit ke-18 lewat David Neres, lagi-lagi berkat assists dari Tadic.

Skor 0-2 membuat Real Madrid dalam situasi sulit. Sebab, agregat menjadi 2-3 untuk Ajax. Real Madrid bukannya tanpa peluang. Beberapa peluang mereka dapat. Termasuk dua peluang lewat Varane dan Gareth Bale yang menghantam mistar.

Petaka bagi Madrid bertambah setelah Lucas Vasquez cedera di menit ke-29, lantas Viniciuz Jr juga cedera di menit ke-35. Keduanya digantikan Gareth Bale dan Marco Asensio.

Di babak kedua, bukannya tampil lebih ganas, gawang Madrid malah yang kemblai jebol lewat gol Dusan Tadic di menit ke-62. Gol ini sempat dianalisis melalui VAR karena jauh sebelumnya, bola sempat terlihat keluar dari lapangan saat terjadi perebutan bola di lapangan tengah.

Namun, wasit Felix Bruch mengesahkan gol itu. Madrid sempat punya asa sata Asensiso mencetak gol di menit ke-70. Namun, dua menit berselang, free kick keren Lasse Schone membuat Ajax unggul 4-1.

Sampai di sini, laga seperti sudah game over. Sebab, di 20 menit akhir, Madrid harus mencetak empat gol bila ingin lolos. Malah, suporter Madrid banyak yang beranjak dari stadion.

Madrid akhirnya mengakhiri laga dengan 10 pemain setelah Nacho menerima kartu kuning kedua di masa injury time. Madrid pun kalah agregat 3-5 dan tersingkir dari Liga Champions musim ini.

2. Pertama sejak musim 2009/10, Real Madrid gagal lolos ke perempat final

twitter.com/ChampionsLeague

Tersingkirnya Real Madrid dari panggung Liga Champions menghadirkan banyak cerita yang berkaitan dengan data. Ini merupakan kali pertama dalam sejak musim 2009/10, Real Madrid terhenti di babak 16 besar dan gagal lolos ke perempat final.

Sebelumnya, dalam delapan musim beruntun, Real Madrid selalu mampu lolos ke babak perempat final. Mereka selalu menjadi salah satu tim favorit juara. Faktanya, selama delapan musim tersebut, empat diantaranya berakhir dengan gelar juara. Yakni di musim 2014, 2016, 2017 dan 2018. Kini, semua kenangan hebat itu seolah tinggal cerita.

"Ini sungguh malam yang berat. Tetapi yang terpenting, kami harus tetap kuat dan dewasa menyikapinya. Kami harus tetap menegakkan kepala dan belajar dari kesalahan tanpa melupakan apa yang telah kami capai dalam beberapa tahun terakhir," ujar Nacho.

3. Dalam sepekan 'kehilangan' dua trofi, Real Madrid terancam tanpa gelar

twitter.com/ChampionsLeague

Tersingkir dari panggung Liga Champions membuat Real Madrid kini terancam mengalami salah satu musim terburuk. Los Blancos kini terancam tidak meraih satupun gelar di akhir musim nanti. Ironisnya, gelar demi gelar yang diincar Real Madrid di musim ini, seolah hilang hanya dalam sepekan.

Diawali kegagalan lolos ke final Copa del Rey setelah Real Madrid kalah 0-3 dari Barcelona pada Rabu (27/2). Madrid kalah agregat 1-4 dari Barcelona dan harus merelakan trofi Copa del Rey melayang.

Empat hari kemudian, Madrid kembali kalah dari Barcelona 0-1 di pekan ke-26 di Liga Spanyol (3/3) yang membuat peluang juara liga semakin menipis. Sebab, Madrid (48 poin) kini tertinggal 12 poin dari Barcelona dengan liga menyisakan 12 laga. Dan dini hari tadi, Madrid dipastikan kehilangan trofi Liga Champions setelah gagal lolos ke perempat final.

Ironisnya, parade kegagalan Real Madrid itu semuanya terjadi di markas mereka, Santiago Bernabeu. Bila ditambah kekalahan 1-2 dari Girona di pekan ke-25 Liga Sanyol pada 17 Februari silam, Madrid berarti kalah empat kali beruntun di kandang di semua kompetisi. Fakta itu mengulang periode buruk pada April 2004.

Salah satu pemain senior Real Madrid, Dani Carvajal mengakui timnya mengalami musim yang sangat mengecewakan di kompetisi musim 2018/19 ini. Dia bahkan mengaku hampir menangis di ujung laga melawan Ajax.

"Dalam satu pekan, kami seperti kehilangan segalanya. Kami tidak akan mencari alasan. Lawan kami memang bermain lebih bagus. Mereka pantas lolos," ujar Carvajal.

4. Ajax lolos ke perempat final kali pertama sejak musim 2002/2003, menemani Tottenham Hotspur yang juga lolos ke babak 8 besar

twitter.com/AFCAjax_EN

Situasi sebaliknya dirasakan Ajax Amsterdam. Tim asuhan Erik ten Hag ini larut dalam perayaan lolos ke perempat final. Dan memang, Ajax punya banyak alasan untuk merayakan keberhasilan mereka.

Mereka mampu membalik kekalahan 1-2 di laga pertama dengan meraih kemenangan di salah satu tempat yang sulit bagi tim tamu untuk menang. Apalagi, tim yang mereka kalahkan mereka Real Madrid, sang juara bertahan. Selain itu, Ajax akhirnya bisa kembali mencicipi babak perempat final Liga Champions yang kali terakhir mereka rasakan di tahun 2003.

Kini, Ajax tinggal menunggu lawan sembari 'duduk manis' menyaksikan enam pertandingan leg II babak 16 besar yang belum dimainkan. "Kami sama sekali belum memikirkan bagaimana drawing perempat final nanti. Kami ingin menikmati kemenangan ini. Dalam dua pertandingan, kami memang panats lolos ke babak berikutnya," ujar pelatih Ajax, Erik ten Hag.

Selain Ajax, tim lainnya yang juga memastikan lolos ke perempat final adalah Tottenham Hotspur. Tim Inggris ini lolos setelah meraih kemenangan 1-0 atas tuan rumah Borussia Dortmund, Rabu (6/3) dini hari tadi. Tottenham pun lolos dengan kemenangan agregat 4-0 atas Dortmund.

Dini hari nanti, dua tiket ke perempat final ke Liga Champions akan diperebutkan oleh Paris Saint German dan Manchester United, serta FC Porto dan AS Roma. Siapa yang akan menyusul Ajax dan Tottenham?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team