Ini Dia Sosok Jeffrey Lam, Debut Jadi Pebulu Tangkis di Usia 43 Tahun!

Jakarta, IDN Times - Kerap menelan kekalahan dalam menjalani pertandingan, pebulu tangkis putra asal Kanada, Jeffrey Lam, mengaku tak mempermasalahkan hal tersebut.
Bukan sembarang atlet biasa, mantan pekerja di bidang industri penerbangan ini melakukan debut sebagai pebulu tangkis pada usia di atas 40 tahun.
Jeffrey menjadi sorotan lantaran kerap mendapat hasil pertandingan yang tak lazim. Pada turnamen Hong Kong Open 2019 lalu, Jeffrey ditaklukan wakil Denmark, Victor Svendsen dalam dua set langsung dengan skor 2-21, 2-21 selama 14 menit.
Sebelumnya saat berhadapan dengan tunggal Malaysia, Ye Binghong, Jeffrey takluk dalam dua set dengan skor 5-21, 1-21 selama 14 menit.
Dilansir dari laman resmi Badminton World Federation, berikut beberapa fakta sosok Jeffrey yang dirangkum IDN Times.
1. Awalnya, bulu tangkis hanya sekadar hobi bagi Jeffrey

“Sebelumnya, saya menikmati bermain bulu tangkis sebagai rekreasi dengan teman, sebulan sekali. Tetapi ketika saya mengundurkan diri dari pekerjaan saya, saya punya waktu, jadi saya mulai belajar bulu tangkis dari pelatih saya tiga tahun lalu,” kata Jeffrey.
Apa yang dimulai sebagai hobi segera berubah menjadi pengejaran yang serius. Dia memasuki turnamen dengan Slovenia Internasional, pada Mei lalu, bermain ganda dan tunggal putra dengan pelatihnya, Wong Hin Shun.
Dia kemudian berkompetisi dalam sejumlah turnamen internasional dan BWF World Tour di Rusia, Belarus, dan Makau. Tahun ini, dia berkompetisi di Austria, Selandia Baru, Vietnam, Mongolia, Rusia, Jepang, Australia, Belanda, Makau, dan Hong Kong.
Dan meski pun rekornya tidak terlalu mengesankan, dia telah memenangkan dua pertandingan tunggal dan satu ganda di semua turnamen itu, dia ada di sini karena alasan yang berbeda.
2. Dari industri penerbangan, Jeffrey banting setir menjadi atlet bulu tangkis

Sebelum memutuskan terjun ke dunia bulu tangkis, Jeffrey bekerja pada industri penerbangan. Setelah berhenti dari pekerjaannya, dia memutuskan untuk mengisi waktu dengan melakukan hal-hal kreatif termasuk berolahraga. Bulu tangkis menjadi pilihan hatinya.
Jeffrey menggunakan tabungannya sebagai modal dana untuk setip turnamen yang diikutinya. Jeffrey sadar dia memulai terjun ke dunia bulu tangkis pada usia 43 merupakan sebuah keterlambatan.
Menyadari kondisi fisiknya tak seprima atlet muda, Jeffrey tak mempermasalahkan jika dia jadi mudah untuk dikalahkan.
"Jika kalah, itu normal. Tetapi setidaknya kamu bisa berlari dan mencoba beberapa pukulan," katanya dalam laman BWF.
3. Jeffrey juga mengakui dirinya kerap menonton atlet bulu tangkis top dunia berlaga

Jeffrey mengaku kerap menonton para atlet top bulu tangkis dunia berlaga. Menurut Jeffrey, atlet-atlet bersikap baik padanya meski terkadang merasa aneh lantaran Jeffrey memulai debut di dunia bulu tangkis pada usia 43 tahun.
Mengikuti sejumlah pertandingan, Jeffrey kerap kali harus memulai langkahnya di babak kualifikasi. Dia harus babak belur di babak kualifikasi bahkan kalah dengan skor mencolok.
Meski pun demikian, semangat Jeffrey untuk terus menekuni bulu tangkis tak surut hanya karena kekalahan yang kerap dialaminya.
4. Meski sudah 43 tahun, Jeffrey punya passion tinggi di bulu tangkis

Jeffrey berpendapat, bulu tangkis merupakan olahraga yang menyenangkan. Dia mengaku punya semangat tersendiri untuk terus bermain bulu tangkis.
"Meski pun saya memulainya di usia lanjut, tapi saya masih bisa bermain. Saya akan melakukan yang terbaik dan menunjukkan sisi sportivitas saya," katanya.
Dari bulu tangkis, Jeffrey belajar untuk tak ragu melakukan sesuatu yang disenangi dan dicintai. Dia memutuskan untuk terus bermain bulu tangkis selama beberapa tahun ke depan sebelum akhirnya nanti memutuskan akankah dia kembali ke pekerjaan lamanya atau tidak.
Semangat terus, Om Jeffrey Lam!

















.png)