Jakarta, IDN Times – Kita tahu bahwa Badan Antariksa AS, NASA, mendaratkan manusia pertama di bulan 50 tahun yang lalu tahun ini, pada 20 Juli 1969. Dalam pencapaian luar biasa dari program Apollo itu, tiga orang menerbangkan roket paling kuat di dunia - Saturn V - ke luar angkasa.
Namun setengah abad kemudian setelah perlombaan luar angkasa Perang Dingin berakhir, NASA tidak lagi menjadi pemain dominan di luar angkasa. Sebaliknya, NASA bergantung kepada mitranya dari Rusia, Roscosmos untuk mengirim astronaut ke orbit.
Dalam 10 hingga 20 tahun depan, pesawat antariksa tidak lagi berada di tangan lembaga pemerintah seperti NASA, Roscosmos atau Badan Antariksa Eropa (ESA). Menurut Lembit Öpik, Ketua Parlemen untuk spacenation Asgardia, sebuan untuk format negara antar galaksi, misi perjalanan kembali ke bulan dan seterusnya akan sepenuhnya berada di sektor swasta. Nah, Lembit menyebutkan peran Elon Musk, pendiri dan pemilik SpaceX.
