Suku Moken: Para Penghuni Kepulauan Pasifik yang Bisa Melihat Jelas di Kedalaman Laut

Dunia ini begitu luas dengan beraneka ragam etnis dan suku di dalamnya. Dari semua suku yang ada di dunia, tahukah kamu bahwa ada suku yang tinggal di lautan dan bisa disebut sebagai manusia laut? Mereka berada di Lautan Pasifik dan menarik untuk dikenal karena memiliki kelebihan dari manusia biasa. Ini beberapa fakta mereka!
1. Suku penghuni Lautan Pasifik tersebut adalah suku Moken.

Moken adalah suku yang nomaden alias berpindah-pindah. Mereka adalah orang Asia Tenggara yang berjumlah antara 1000 sampai 3000 dan memiliki bahasa dan budaya yang unik.
2. Tempat tinggal Moken adalah di perahu-perahu kecil.

Moken tinggal di perahu-perahu kecil yang mereka fungsikan sebagai dapur, kamar tidur dan fasilitas utama untuk transportasi. Hanya pada saat monsoon, mereka akan membuat gubuk dan tinggal di darat.
3. Fenomena Monsoon secara rutin terjadi dan bisa membahayakan.

Monsoon adalah fenomena perubahan iklim secara ekstrim yang terjadi akibat perubahan tekanan ekstrim secara drastis di kawasan daratan India dan Lautan Hindia. Perubahan tekanan udara ini akan menyebabkan terjadinya angin sangat kencang (jet stream effect) dari lautan lepas menuju daratan India.
4. Makanan sehari-hari Moken merupakan hasil laut yang mudah ditangkap.

Moken berburu ikan, moluska dan cacing laut sebagai makanan mereka dengan menggunakan jala dan tombak. Mereka akan barter kerang, siput laut ataupun keong dengan orang Tiongkok atau Melayu yang mereka temukan.
5. Moken dikenal gak berbahaya dan mereka justru "malu" dengan kehadiran orang di luar suku mereka.

Mereka seringkali dijuluki oleh penduduk luar etnis mereka sebagai "gipsi laut" dan diketahui langsung kabur menyebar jika terlihat oleh orang yang benar-benar asing.
6. Aktivitas Moken sempat terekam oleh kamera dan rekaman tersebut menunjukkan sistem biomekanik mereka yang luar biasa.
Hal paling unik dari orang Moken adalah mereka memiliki tubuh yang telah beradaptasi sepenuhnya dengan kehidupan lautan. Mereka telah bisa melakukan pembesaran pupil di dalam intensitas cahaya yang rendah. Itu memberikan mereka penglihatan yang jelas di kedalaman air. Kemampuan ini diketahui telah muncul pada usia sangat belia/anak-anak. Kamera infra merah menangkap biomekanik menakjubkan pada aktivitas mereka.

Mungkin ada kalanya jika melewati lautan pasifik kamu akan bertemu mereka. Jangan khawatir, mereka bukan suku yang bar-bar atau suka menyerang orang asing. Hanya saja mereka cukup tertutup dari dunia luar.

















