pixabay.com/Sarah Richter
Suara manusia membuat singa gunung menjaga jarak, bergerak lebih lambat, dan mengurangi aktivitas mereka terutama di situs pembunuhan. Namun, pengaruh lainnya, ia akan lebih banyak dan cepat membunuh separuh mangsanya, terutama rusa.
Penelitian ini juga berpengaruh kepada binatang lain di sekitarnya, seperti bobcat (mamalia Amerika Utara) yang akan lebih aktif di malam hari; sigung menjadi kurang aktif; dan oposum lebih sedikit menghabiskan waktu mencari makanan. Satu-satunya binatang yang diuntungkan adalah tikus yang meluas area berburunya karena tidak ada predator.
Berdasarkan hasil tersebut, manusia dianggap sebagai predator teratas di antara spesies lainnya dan cukup berpengaruh terhadap ekosistem. Dilansir dari Popular Science, menurut Justien Smith, ketakutan singa gunung mungkin berhubungan dengan sejarahnya yang diburu manusia hingga tahun 1990 baru kemudian dilindungi di California.