Seiring berjalannya waktu, Disney mulai menyadari kesalahannya. Ia pun mulai merombak stereotip putri dalam film animasinya dan mengubahnya menjadi karakter yang baru. Seperti Moana (2016) yang digambarkan sebagai sesosok perempuan tangguh yang menyelamatkan rakyatnya dari ancaman atau Merida dalam film Brave (2012) yang digambarkan sebagai sosok yang pemberani, pemberontak dan berjiwa bebas.
Langkah Disney ini patut diapresiasi, karena Disney memiliki pengaruh besar dalam menanamkan nilai-nilai ke penontonnya. Melakukan dekonstruksi atas karakter Princess dalam film merupakan keputusan progresif yang patut didukung. Sebab, akan ada contoh bahwa perempuan juga bisa mandiri, tangguh, kuat dan berani, bukan hanya digambarkan sebagai sosok yang pasif, submisif dan lemah seperti di film-film sebelumnya.
Nah, itulah 7 fakta mengenai Disney Princess Syndrome yang perlu kalian ketahui. Mari menjadi sosok perempuan tangguh dan tidak bergantung pada orang lain, yuk!