Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menelisik tingkat kecerdasan seseorang. Mulai dari tes IQ, tes EQ hingga serangkaian tes kepribadian yang memakan waktu lama untuk analisanya. Tetapi, ternyata para peneliti sudah menemukan cara termudah untuk melihat tingkat kecerdasan seseorang, yaitu lontarkan saja humor satire atau dark humour padanya dan lihat reaksinya!
Orang yang Suka Guyonan Satire Ternyata Lebih Cerdas, Ini Penjelasannya!

Penyuka humor satire atau dark humour punya tingkat pengelolaan emosi lebih baik.
Mungkin memang tak banyak orang bisa menangkap maksud guyonan ala-ala Russel Peter, seorang stand up comedian yang terkenal dengan guyonan satirenya. Tetapi mereka yang dapat menangkap maksud guyonan satire hingga tertawa terbahak-bahak terbukti memiliki tingkat kecerdasan IQ dalam hal verbal-non verbal lebih baik, berpendidikan lebih tinggi dan punya kemampuan untuk mengatasi serangan serta mengelola emosi buruk.
Hasil penelitian ini disampaikan oleh British Psychological Society Research Digest. Penelitian dilakukan terhadap tiga grup partisipan yang diminta untuk membaca 12 kartun guyonan satire yang diambil dari buku The Black Book yang ditulis oleh Uli Stein, seorang kartunis asal Jerman. Sejumlah 12 kartun ini berisi kisah-kisah satire, dari berbagai tingkatan sindiran. Ternyata, reaksi para partisipan berbeda-beda, tergantung dari pengelolaan emosi, tanggapan terhadap serangan dan latar belakang pendidikan.
Tetapi, konon katanya, mereka yang menyukai humor tipe ini adalah orang yang sadis.
Hasil penelitian di atas ternyata bertentangan dengan teori-teori sebelumnya soal hubungan antara pengelolaan kemarahan dengan humor. Pada tahun 1905, Freud melontarkan hipotesis soal humor yang ‘aman’ diterima masyarakat yang tidak mengandung konotasi seksual ataupun yang agresif.
Sebaliknya, penelitian sebelumnya melihat bahwa orang-orang yang menyukai humor satire cenderung mudah marah dan mudah bertindak sadis. Tim peneliti mengatakan, temuan terbaru menunjukkan bahwa orang-orang yang dapat mengapresiasi humor satire mengalami tingkat pemrosesan informasi di otak yang lebih kompleks, sehingga suasana hati negatif dan tingkat agresi yang tinggi bisa menjadi penentu, apakah guyonan tersebut bisa diterima atau tidak.
Wah, ternyata cukup kompleks juga ya. Apakah kamu termasuk orang-orang penyuka humor satire?