Merasa Tak Produktif Setelah Liburan? Waspadai Post Holiday Blues!

Merasa letih saat bekerja setelah kembali dari liburan di akhir pekan? Atau justru, merasa malas kembali sekolah dan kuliah setelah libur semester habis? Rasanya, ingin kembali bersantai dan tak diganggu oleh setumpuk tugas tak berkesudahan. Hmm... bisa jadi, kamu mengalami post holiday blues!Ā
Apa sihĀ post holiday bluesĀ dan dari mana kita tahu jika kita mengalami hal tersebut? Simak jawabannya di sini!
1. Mengenal lebih dekat seputar post holiday blues

huffingtonpost.ca Sebelum beranjak lebih jauh, mari mengenal seputarĀ post holiday bluesĀ terlebih dahulu. Istilah ini disebut juga denganĀ post vacation bluesĀ atauĀ post travel depression. Kita juga bisa menyebutnya sebagai depresi pasca liburan.
Seseorang bisa menderitaĀ post holiday bluesĀ setelah kembali ke rutinitas normal dari liburan panjang. Apalagi, jika liburan itu memberi kenangan yang menyenangkan, maka akan semakin sulit kita menerima kenyataan bahwa liburan itu telah berakhir. Semakin lama liburan itu berlangsung, maka semakin intensĀ post holiday bluesĀ yang kita rasakan.
2. Rutinitas sehari-hari dianggap membosankan dan menjenuhkan

freepik.com MengapaĀ post holiday bluesĀ terjadi? Ini karena kita menganggap masa liburan itu sebagai masa yang menyenangkan, sementara kembali ke rutinitas awal dianggap membosankan. Hal ini bisa dialami oleh semua orang, baik pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran dan orang lain dari berbagai latar belakang.
Ketika liburan berakhir dan kita harus beraktivitas seperti biasa, kita belum siap untuk menerima tanggungan tugas dan pekerjaan yang harus kembali kita sentuh dan selesaikan. But, we don't have another choice, right? Life must go on and we must face it!
3. Berapa lama masa post holiday blues terjadi?

shutterstock.com Kamu bertanya-tanya, berapa lama sihĀ post holiday bluesĀ bisa terjadi? Biasanya, kita perlu menyesuaikan diri selama beberapa hari, sebelum akhirnya bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Namun, dalam kasus yang ekstrem,Ā post holiday bluesĀ bisa memengaruhi moodĀ hingga seminggu atau lebih!
JikaĀ post holiday bluesĀ mulai mengganggu aktivitas sehari-harimu, jangan ragu untuk memberi jeda dan waktu beristirahat untuk diri sendiri. Namun, jika depresi pasca liburan terasa kian mengganggu, tak perlu ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog, ya!
4. Post holiday blues bisa terjadi di momen-momen tertentu, seperti...

dfwback.com Sebenarnya,Ā post holiday bluesĀ bisa terjadi kapan saja setelah kita berlibur dan harus kembali ke rutinitas. Namun, ada momen-momen tertentu di mana banyak orang yang mengalamiĀ post holiday bluesĀ secara bersamaan. Seperti, setelah libur semester bagi anak sekolah atau mahasiswa.
Post holiday blues juga bisa terjadi setelah kita mengalami libur hari raya atau libur tahun baru, karena waktu liburan di momen-momen tersebut lebih lama dibanding hari-hari biasa. Selain itu, momen masuk kerja atau sekolah setelah libur panjang juga terjadi di waktu yang bersamaan, tak heran jika banyak orang yang mengalamiĀ post holiday blues pada waktu yang sama.
5. Seperti apa ciri-ciri post holiday blues?

yourteenmag.com Seperti apa efekĀ post holiday bluesĀ pada tubuh? Gejala-gejala yang bisa ditandai adalah kelelahan, kehilangan nafsu makan, lemas, perasaan nostalgia yang kuat terhadap liburan dan pada beberapa kasus yang ekstrem bisa memicu depresi!
Selain itu,Ā post holiday bluesĀ juga berdampak padaĀ moodĀ kita. Kita akan merasa kurang antusias, sering melamun dan bahkan jadi stres serta sedih. Sebagian orang merasakan dampak post holiday bluesĀ pada otot dan persendian mereka.
6. Bisa menyebabkan kantuk berlebih dan sakit kepala juga!

runtastic.com Selain itu, ciri-ciri lain yang bisa ditandai adalah rasa kantuk berlebih di siang hari dan sakit kepala. Ini terjadi karena kita belum bisa menyesuaikan waktu tidur ketika liburan dan ketika rutinitas kembali.
Saat liburan, kita bebas memilih tidur hingga larut atau begadang sampai pagi. Kita juga bebas memilih untuk bangun siang. Namun, kebebasan itu terenggut ketika kita harus masuk sekolah, kuliah atau kerja dan harus menjalani hari-hari seperti biasa. Perbedaan pola tidur itu juga menyebabkan kantuk berlebih dan sakit kepala.
7. Apa yang bisa kita lakukan untuk menghentikan post holiday blues?

shutterstock.com Tenang, ada cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasiĀ post holiday blues.Ā Di antaranya, kamu harus menempatkan jeda antara berlibur dan rutinitas. Di jeda tersebut, kamu bisa bersantai di rumah, menata atau membereskan rumah dan membiasakan diri untuk mengembalikan pola tidur normal.
Lalu, kamu juga bisa membuatĀ listĀ apa yang bisa dilakukan esok hari, supaya segala sesuatunya terencana sesuai jadwal. Buat dirimu senang ketika istirahat makan siang, ini adalah waktu yang tepat untuk mengembalikan mood dengan bercanda bersama teman-teman!
Nah, itulah 7 fakta seputarĀ post holiday bluesĀ yang perlu kamu tahu. Semoga informasi ini membantu, ya!

















