Seandainya kekacauan di negeri sendiri gak perlu banyak dikhawatirkan, maka gak perlu lagi ada fakta kehancuran dunia akibat ulah manusia sendiri ini. Editor dari The Bulletin of Atomic Scientist berdiskusi untuk mengumumkan bahwa mereka akan memindahkan "Jam Kiamat" 30 detik mendekat ke tengah malam, dari 3 menit ke tengah malam menjadi 2,5 menit ke tengah malam.
Kebijakan Donald Trump Dinilai Jadi Penyebab "Jam Kiamat" Makin Dekat

Salah satu dari penyebab jam ini dimajukan adalah banyak pemikiran Donald Trump yang sangat mungkin diwujudkan.
Pemilihan presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pemahamannya bahwa perubahan iklim itu hanya hoax dan keinginan besarnya untuk berkompetisi dengan Rusia makin menjadi, semakin membulatkan keputusan grup di balik Bulletin tersebut untuk memindahkan jam tersebut. Ini pertama kalinya jam tersebut dipindahkan hanya setengah menit. Pemindahan lainnya telah terjadi semenit utuh atau lebih jauh lagi dari tengah malam.
Banyak faktor pendukung untuk memajukan "Jam Kiamat" lebih dekat menuju tengah malam.
Menurut Rachel Bronson sebagai direktur eksekutifnya dan publisher Rachel Bronson memberitahu grup sekumpulan jurnalis dalam National Press Club di Washington, DC. mengenai bahasa ceroboh bersinggungan dengan senjata nuklir dari seluruh dunia, terutama di Amerika Serikat selama pemilihan umum, menjadi masalah bagi kelompok peneliti. Aktivitas nuklir di Korea Utara, Pakistan, India dan Rusia, seiring dengan komentar Trump soal memperbarui gudang senjata nuklir membuat Buletin memindahkan jamnya.
Pemanasan global jelas bukan isu hoax mengingat karbon dioksida terus menerus diproduksi di bumi.
Pemanasan global juga menjadi masalah besar menurut Bulletin. Planet ini akan terus menerus semakin hangat selama karbon dioksida dipompa ke dalam atmosfer, Trump seharusnya mengakui perubahan iklim. Gak ada fakta alternatif tentang ini. Ketika level emisi global antara tahun 2015 dengan 2016 menunjukkan tanda positif, semua berubah ketika 2016 menunjukkan bahwa itulah tahun terpanas untuk ke-16 kalinya dalam 17 tahun terakhir. Mereka jadi gak optimis dengan prospek dunia ini ke depannya.
Arus perkembangan teknologi informasi yang makin deras pun menjadi faktor pendukung besar terhadap dimajukannya "Jam Kiamat".
Grup Buletin ini juga mempertimbangkan keamanan dunia virtual dan sebagai dampak dari "hiperaktivitas terhadap demokrasi" pada tahun 2016. Untuk pertama kalinya, perlakuan terhadap kabar berita palsu, pembajakan email yang dikaitkan dengan pemilihan demokratis dan pembajakan terkait sistem infrastruktur dan masih banyak lagi terjadi di Amerika Serikat. Semuanya mempengaruhi keputusan Bulletin untuk memajukan "Jam Kiamat".
Tim pembentuk "Jam Kiamat" adalah para akademisi dan ilmuwan yang ahli di bidang masing-masing.
Jam Kiamat dibentuk oleh sekelompok akademisi—termasuk bapak bom nuklir, Robert Oppenheimer—yang tergerak bersama di 1945 untuk menggarisbawahi bahaya senjata nuklit dan kemampuannya untuk memusnahkan ras manusia. Di tahun-tahun belakangan ini, grup ini telah mempertimbangkan ancaman eksistensial untuk keberadaan manusia, misalnya perubahan iklim.
Dari tahun ke tahun, "Jam Kiamat" berubah tempat secara berkala karena banyak faktor, baik itu mendekat maupun menjauh dari tengah malam.
Jam ini, yang pernah ditetapkan 7 menit sebelum tengah malam di 1947, telah menjadi gestur simbolis bahwa grup ini memperhitungkan tiap tahun untuk mengetahui seberapa dekat kita dengan pemusnahan total. Jamnya telah bergerak lebih dekat dan lebih jauh dari ketetapan awalnya sepanjang zaman, dengan titik terjauh dari tengah malam adalah pada tahun 1991, setelah keruntuhan Tembok Berlin, pembubaran Uni Soviet dan pengurangan persenjataan nuklir antara Amerika dan Rusia. Yang paling terdekat dari tengah malam, sebelum saat ini, adalah pada tahun 1959 yaitu saat sedang panasnya tes misil nuklir Amerika Serikat-Soviet. Saat itu jamnya ditetapkan 2 menit sebelum tengah malam.
"Jam Kiamat" berada termasuk yang paling dekat selama ini dan mayoritas itu disebabkan oleh banyaknya keputusan dari presiden Amerika Serikat terpilih. Ketika banyak fakta sains dianggap kebodohan dan gak digubris, saat itu juga dunia semakin mendekat pada kehancuran masal. Bukan kiamat akhir zaman ya, hanya diibaratkan kiamat karena kehancuran yang luar biasa. Seram juga ya!