Sayangnya keberhasilan pasukan Norwegia menenggelamkan Blücher tidak bertahan lama. Mengutip dari The National Interest, benteng Oscarborg langsung dibombardir secara besar-besaran selama sembilan jam oleh serangan udara pesawat Heinkel He-111 Jerman pada siang harinya. Kali ini Jerman sadar bahwa tidak akan bisa menembus pertahanan pesisir Oslofjord dengan armada laut.
Setelah serangan udara yang bertubi-tubi ditambah juga serangan dari Lützow, akhirnya Kolonel Eriksen menyerah untuk menghindari jatuhnya korban jiwa pada 10 April pagi hari. Tidak lama setelah benteng Oscarborg jatuh, kota Oslo juga berhasil dikuasai Jerman, diikuti oleh kota-kota lain. Namun, keluarga kerajaan sudah tidak ada di lokasi.
Setelah Perang Dunia II berakhir, Kolonel Eriksen sempat disalahkan oleh pemerintahan Norwegia karena dianggap terlalu cepat untuk menyerah di benteng Oscarborg. Namun ia akhirnya bebas dari tuduhan karena jasanya dalam memimpin benteng Oscarborg di Pertempuran Drøbak Sound terbukti sukses menahan serangan Jerman.
Ia juga berjasa dalam menenggelamkan Blücher, mempertahankan benteng Oscarborg, bahkan hingga akhirnya menyerah, tidak ada korban jiwa di pihak Norwegia selama pertempuran.
Itulah 8 fakta di balik Pertempuran Drøbak Sound. Peristiwa tenggelamnya Blücher sangat memalukan bagi pihak Jerman. Blücher yang merupakan kapal terbaru milik Kriegsmarine seharusnya menjadi simbol kekuatan laut Jerman Nazi. Nyatanya ia dengan mudah ditenggelamkan oleh kekuatan yang bisa dibilang sudah bukan zamannya lagi.
Apakah menurut kalian kekalahan Jerman Nazi pada Pertempuran Drøbak Sound karena terlalu menganggap remeh kekuatan Norwegia? Atau apakah karena invasi di bawah Kriegsmarine tidak lebih efektif dibandingkan dengan Luffwaffe?