Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Fakta Pertempuran Drøbak Sound, Invasi Jerman Nazi ke Norwegia

ww2today.com
ww2today.com

Langit Norwegia pukul 4 pagi pada 9 April 1940 masih gelap membatasi jarak pandang. Udara dan lautan di sekitar Oslofjord, Norwegia juga masih dingin. Dalam suasana tersebut, di sisi paling utara dari Oslofjord pecahlah Pertempuran Drøbak Sound. Invasi Jerman Nazi ke Norwegia pun dimulai.

Secara teori, seharusnya Jerman dapat menginvasi kota Oslo, Norwegia dengan mudah, mengingat Norwegia kalah jauh dari segi kekuatan militer dibandingkan dengan Jerman. Secara mengejutkan, Norwegia berhasil mematahkan upaya pertama dari invasi Jerman dalam Pertempuran Drøbak Sound.

Meskipun tidak bertahan lama, keberhasilan ini memberikan pengaruh yang besar bagi nasib pemerintahan dan keluarga Kerajaan Norwegia. Lalu apa saja fakta di balik Pertempuran Drøbak Sound? Mari kita simak dalam 8 fakta berikut ini.

1. Netralitas Norwegia dipertanyakan

hjem.org.uk
hjem.org.uk

Panasnya situasi di daratan Eropa kini mulai mengarah ke negara-negara di wilayah Skandinavia pada periode Phoney War atau Perang Palsu yang merupakan periode awal dari Perang Dunia II. Wilayah Skandinavia, terutama Norwegia dipandang oleh Jerman Nazi sebagai wilayah yang penting, terutama untuk menjaga suplai bijih besi, sebagai pangkalan angkatan laut dan untuk melindungi Norwegia dari invasi Britania Raya. 

Dilansir dari laman Navy Books, keberpihakan Norwegia pada awal tahun 1940 mulai dipertanyakan, meskipun secara resmi menyatakan netral. Operasi Britania Raya dalam menghadang kapal pengangkut bijih besi dari Narvik, Norwegia ke Jerman terhalang ketika kapal-kapal memasuki perairan Norwegia. Hal ini membuat Britania Raya menginginkan agar Norwegia bergabung dalam Blok Sekutu atau membiarkan Britania Raya beroperasi di wilayah Norwegia.

Di sisi lain, Norwegia juga belum menyatakan perang terhadap Jerman karena masih mengizinkan Jerman mengakses bijih besi yang ada di wilayah Norwegia. Selain itu, Norwegia, bersama dengan Britania Raya juga membantu Finlandia dalam Perang Musim Dingin melawan Uni Soviet. Keberpihakan yang membingungkan, tapi sebenarnya Norwegia lebih condong untuk berpihak ke Britania Raya.

Akhirnya Jerman Nazi memutuskan untuk menginvasi Norwegia pada 9 April 1940 untuk lebih menjamin suplai sumber daya alamnya. Jerman juga menggunakan wilayah negara-negara di Skandinavia sebagai pangkalan militer untuk mendukung operasi militer mereka, seperti penghadangan konvoi kapal dagang di Laut Artik dan Atlantik.

2. Keputusan yang dilematis

janmon.priv.no
janmon.priv.no

Kolonel Birger Eriksen merupakan pemegang komando benteng Oscarborg di Oslofjord pada saat itu. Situasi Norwegia yang sedang kacau membuat komunikasi Eriksen dengan pemerintahan Norwegia terbatas sehingga keputusan di lapangan ada di tangannya. Satu hal yang ia tahu adalah Norwegia sedang di ambang peperangan.

Keputusan Eriksen untuk memulai tembakan adalah hal yang dilematis. Saat itu ia belum tahu kapal siapakah yang sedang menuju Oslofjord karena gelap dan kabut membatasi pandangan. Ia hanya mendapat laporan bahwa ada armada kapal yang sedang menuju Oslofjord tanpa tahu kapal milik siapa. Bisa saja itu adalah kapal milik Britania Raya atau negara sahabat lain.

Jika memang benar itu adalah kapal milik Britania Raya dan tidak sengaja menembak, maka sama saja Norwegia akan dianggap musuh dan menyatakan perang kepada Britania Raya. Atau justru akan membuat bantuan Britania Raya menjadi terhambat karena tidak sengaja ditembak oleh Norwegia.

Namun, jika itu adalah kapal Jerman yang ingin menginvasi Norwegia dan Eriksen memutuskan untuk melakukan tembakan peringatan, maka kru meriamnya yang tidak terlatih itu tidak akan dapat melakukan tembakan berikutnya dalam waktu singkat. Jerman akan dengan mudah menginvasi Norwegia pagi hari itu. Nasib Eriksen sangat ditentukan oleh keputusannya. 

Pada pukul 04.21 pagi, seperti dikutip dari laman Navy Books, Kolonel yang berusia 64 tahun tersebut akhirnya mengeluarkan pernyataannya yang fenomenal: "Entah aku akan diberi kenaikan pangkat atau menghadapi pengadilan militer. Tembak!". Kolonel Eriksen memerintahkan penembakan kapal misterius itu yang ia duga merupakan kapal musuh.

3. Operasi Weserubung

historylapse.org
historylapse.org

Beruntung, dugaan Kolonel Eriksen bahwa konvoi kapal tersebut adalah kapal musuh tepat. Konvoi tersebut adalah konvoi kapal perang Jerman yang sedang dalam Operasi Weserübung menuju Oslofjord.

Operasi Weserübung adalah operasi Jerman Nazi untuk menginvasi Denmark dan Norwegia. Didorong dari anggapan Jerman bahwa Norwegia sudah tidak netral dengan lebih memilih berpihak pada Britania Raya. Keberpihakan tersebut membuat Hitler khawatir akan pengaruh Britania Raya untuk membangun markas angakatan laut di Norwegia.

Anggapan Jerman diperkuat dengan insiden dihadangnya kapal pengangkut minyak Altmark milik Jerman oleh HMS Cossack milik Angkatan Laut Britania Raya dalam misi pembebasan tahanan perang. Insiden tersebut terjadi di wilayah perairan Norwegia sehingga dianggap oleh Jerman sebagai bentuk intervensi Britania Raya terhadap netralitas Norwegia. 

Operasi Weserübung terdiri dari enam satuan tempur yang ditugaskan untuk melancarkan serangan ke enam titik di Norwegia, salah satunya adalah Oslo. Dikutip dari laman The National Interest, Blücher menjadi kapal yang memimpin konvoi menuju Oslo yang terdiri dari kapal penjelajah berat Lützow, kapal penjelajah ringan Emden, kapal penyapu ranjau, kapal torpedo dan kapal pemburu paus. Laksamada Muda Oskar Kummetz memegang komando pada satuan tugas penyerbuan Oslo.

Misi utama dari satuan tugas ini adalah menangkap Raja Hakoon VII beserta pemerintahan Norwegia. Setelah berhasil melakukan penangkapan, Jerman merencanakan membentuk pemerintahan boneka di Norwegia yang dapat membantu upaya perang Jerman. Selain itu, Jerman juga mengincar cadangan emas negara milik Norwegia.

4. Benteng Oscarborg dan meriam pertahanan pesisir tua buatan Jerman

historichotelsofeurope
historichotelsofeurope

Untuk mencapai Oslofjord, armada laut Jerman harus melewati Drøbak Sound yang berada di selatan Oslofjord. Perairan ini dijaga oleh benteng Oscarborg yang meriamnya siap menghadang kapal dari arah selatan menuju Oslofjord. Di sinilah Jerman sangat kesulitan menembus pertahanan pesisir Norwegia.

Celah laut Drøbak  yang sempit membuat kapal Jerman bergerak dalam posisi berbaris. Dengan formasi seperti ini, benteng Oscarborg dapat dengan mudah menghentikan konvoi hanya dengan menghancurkan kapal yang berada di posisi paling depan.

Hal ini terbukti berhasil membuat kapal Jerman memutar arah setelah Blücher tenggelam, selain karena pihak Jerman salah menduga jika Blücher tenggelam karena ada ranjau laut di sekitar lokasi.

Benteng Oscarborg merupakan benteng pertahanan pesisir yang dibangun sejak tahun 1855. Mengutip dari laman The National Interest, Jerman justru tidak menduga benteng Oscarborg memiliki sistem pertahanan yang efektif. 

Jerman awalnya mengira benteng itu tidak lebih dari sebuah museum tua dan bukan sebuah pertahanan pesisir yang aktif. Bahkan keberadaan peluncur torpedo buatan tahun 1901 di benteng tersebut tidak diketahui oleh pihak Jerman yang justru mengira Blücher terkena ranjau laut.

Penambahan kekuatan benteng Oscarborg dilakukan sejak akhir abad ke-19. Tiga meriam baru berdiameter 280 mm buatan pabrik Krupp Jerman mulai dipasang pada tahun 1893. Nasib buruk bagi Jerman dimana meriam dari negaranya sendirilah yang menjadi penghalang invasi mereka. 

5. Aaron, Moses dan Josva

easytravel.eu
easytravel.eu

Tiga meriam 280 mm buatan pabrik Krupp Jerman diberi nama "Aaron, Moses dan Josva". Situasi perang yang sangat mendadak membuat Norwegia tidak memiliki persiapan tempur yang maksimal. Salah satunya terlihat ketika pasukan yang ada di benteng Oscarborg tidak memiliki cukup orang untuk mengoperasikan tiga meriam sekaligus.

Dikutip dari The National Interest, Kolonel Eriksen hanya memiliki anak buah yang cukup untuk mengoperasikan satu meriam Krupp yang membutuhkan 11 orang terlatih dalam menggunakan artileri. Eriksen kemudian mengerahkan semua orang yang berada di benteng tersebut, termasuk juru masak hingga supir untuk ikut membantu mengoperasikan meriam. 

Setidaknya hingga waktu pertempuran berlangsung, Kolonel Eriksen dapat mengoperasikan Moses dan Aaron. Sedangkan Josva tidak sempat melakukan penembakan meskipun sudah dalam kondisi terisi amunisi. Tembakan Moses dan Aaron sukses memberi kerusakan berat bagi Blücher, diikuti oleh tembakan meriam lain dari benteng artileri Kopas dan Husvik yang menarget kapal di belakang Blücher.

Blücher terbakar hebat namun tetap bergerak maju menuju melewati benteng Oscarborg berharap dapat mencapai pantai. Namun Blücher justru mengarah pada posisi torpedo Norwegia sehingga hantaman dua toperdo membuat tenggelamnya Blücher tidak dapat dihindarkan lagi. Blücher akhirnya tenggelam setelah pertempuran berlangsung selama sekitar dua jam.

6. Blucher tenggelam

admiral-hipper-class.dk
admiral-hipper-class.dk

Uniknya, sudah ada tiga kapal angkatan laut dalam sejarah Jerman yang menggunakan nama Blücher. Ketiganya pun mengalami nasib yang tragis. SMS Blücher pertama pada masa Kekaisaran Jerman mengalami ledakan di ketel uapnya. Insiden ini membuat bebeberapa krunya meninggal dan terluka. Setahun setelah insiden tersebut, SMS Blücher dijual kepada perusahaan swasta.

SMS Blücher yang kedua adalah kapal penjelajah lapis baja milik Kekaisaran Jerman. Kapal ini tenggelam dalam Pertempuran Dogger Bank pada 24 Januari 1915 saat Angkatan Laut Kekaisaran Jerman melawan Britani Raya.

KMS Blücher yang ketiga adalah kapal penjelajah berat kelas Admiral Hipper keluaran terbaru milik Kriegsmarine, Angkatan Laut Jerman Nazi. Tenggelam dalam Pertempuran Drøbak Sound  ketika mencoba memasuki wilayah Norwegia. KMS Blücher yang pada misi kali itu berada di barisan paling depan terkena tembakan dari meriam pertahanan pesisir dan torpedo milik Norwegia.

Untuk mengenang peristiwa tenggelamnya Blücher, Jerman Nazi membangun monumen setelah berhasil menaklukkan Norwegia. Namun monumen tersebut dihancurkan oleh Norwegia setelah pasukan Jerman di Norwegia berhasil dikalahkan.

7. Berhasil mengulur waktu

historylapse.org
historylapse.org

Tenggelamnya Blücher membuat invasi Jerman terhambat. Kapal-kapal yang berada di belakang Blücher segera memutar arah keluar dari jangkauan meriam pertahanan pesisir.  KMS Lützow juga mengalami kerusakan setelah mendapat tembakan dari pertahanan pesisir Oslofjord.

Kesempatan emas bagi Norwegia dengan terhambatnya invasi Jerman. Mengutip dari laman BBC, Raja Hakoon VII dari Norwegia dan keluarganya beserta pemerintahan Norwegia berhasil mengevakuasi diri dan keluar dari kota Oslo sebelum pasukan Jerman tiba. Rombongan Norwegia juga berhasil membawa serta cadangan emas negara mereka.

Jika saja Blücher berhasil berlabuh di Oslofjord, maka invasi Jerman akan terjadi lebih awal. Keluarga kerajaan beserta pemerintahan Norwegia tidak akan sempat pegi dari kota Oslo. Namun, Pertempuran Drøbak Sound menyebabkan rencana awal Jerman gagal.

8. Kemenangan telak Norwegia yang tidak bertahan lama

historylapse.org
historylapse.org

Sayangnya keberhasilan pasukan Norwegia menenggelamkan Blücher tidak bertahan lama. Mengutip dari The National Interest, benteng Oscarborg langsung dibombardir secara besar-besaran selama sembilan jam oleh serangan udara pesawat Heinkel He-111 Jerman pada siang harinya. Kali ini Jerman sadar bahwa tidak akan bisa menembus pertahanan pesisir Oslofjord dengan armada laut. 

Setelah serangan udara yang bertubi-tubi ditambah juga serangan dari Lützow, akhirnya Kolonel Eriksen menyerah untuk menghindari jatuhnya korban jiwa pada 10 April pagi hari. Tidak lama setelah benteng Oscarborg jatuh, kota Oslo juga berhasil dikuasai Jerman, diikuti oleh kota-kota lain. Namun, keluarga kerajaan sudah tidak ada di lokasi.

Setelah Perang Dunia II berakhir, Kolonel Eriksen sempat disalahkan oleh pemerintahan Norwegia karena dianggap terlalu cepat untuk menyerah di benteng Oscarborg. Namun ia akhirnya bebas dari tuduhan karena jasanya dalam memimpin benteng Oscarborg di Pertempuran Drøbak Sound terbukti sukses menahan serangan Jerman.

Ia juga berjasa dalam menenggelamkan Blücher, mempertahankan benteng Oscarborg, bahkan hingga akhirnya menyerah, tidak ada korban jiwa di pihak Norwegia selama pertempuran.

Itulah 8 fakta di balik Pertempuran Drøbak Sound. Peristiwa tenggelamnya Blücher sangat memalukan bagi pihak Jerman. Blücher yang merupakan kapal terbaru milik Kriegsmarine seharusnya menjadi simbol kekuatan laut Jerman Nazi. Nyatanya ia dengan mudah ditenggelamkan oleh kekuatan yang bisa dibilang sudah bukan zamannya lagi.

Apakah menurut kalian kekalahan Jerman Nazi pada Pertempuran Drøbak Sound karena terlalu menganggap remeh kekuatan Norwegia? Atau apakah karena invasi di bawah Kriegsmarine tidak lebih efektif dibandingkan dengan Luffwaffe?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Farhan Alam
EditorFarhan Alam
Follow Us

Latest in Science

See More

Nostrud adipisicing expedita eum quia exercitation

25 Nov 2025, 15:19 WIBScience
http://i1382.photobucket.com/albums/ah270/akhayaprisca/Ellie-Goulding-Love-Me-Like-You-Do-Music-Video-2_zpsvs397elc.jpg

Artikel 39

16 Sep 2025, 10:53 WIBScience
http://i1379.photobucket.com/albums/ah145/Tania_Stephanie/Galau4_bookmasters_zpslpd6qofo.jpg

Artikel 18

16 Sep 2025, 10:18 WIBScience
road-3133502_960_720.jpg

Artikel 9

16 Sep 2025, 10:13 WIBScience
gallery baru

Repudiandae voluptat

24 Mei 2025, 22:56 WIBScience
kucing

Artikel editorial keypoint

18 Sep 2024, 14:39 WIBScience
kucing

Artikel editorial keypoint

18 Sep 2024, 14:39 WIBScience
Default Image IDN

Artikel keypoint community

18 Sep 2024, 01:01 WIBScience