Primata yang konon merupakan kerabat dekat manusia biasanya tidak pernah dipandang sebagai hewan beracun. Gigitan primata liar memang bisa menyebabkan penyakit misalnya rabies pada manusia, tapi kalau yang menyebabkan keracunan, ada atau tidak ya?
Ternyata ada lho. Mereka adalah slow loris alias kukang lamban, satu-satunya jenis primata yang beracun. Kukang adalah sejenis primata mirip lemur, dan meskipun gerakannya sama-sama lamban dan namanya mirip, ingatlah mereka berbeda dengan kungkang (sloth).
Ada 8 spesies kukang lamban, semuanya beracun, dan 6 di antaranya terdapat di Indonesia. Primata nokturnal ini memiliki kelenjar racun di lengan atas mereka. Saat terancam oleh predator, mereka akan menjilat kelenjar tersebut, lalu menggigit jika diserang sehingga si predator keracunan.
Induk kukang lamban juga suka menjilati bayinya sehingga sekujur tubuh bayinya dilapisi racun, sebagai bentuk perlindungan bagi si bayi dari serangan predator. Racun mereka sendiri tergolong berbahaya bagi manusia, karena dapat menyebabkan reaksi alergi berat dan bisa fatal jika tidak ditangani.