Baghdad, IDN Times - Gelombang protes yang tengah melanda Irak tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Total korban tewas akibat demonstrasi berujung rusuh hingga Senin (11/10) ini telah mencapai lebih dari 300 orang.
Ribuan massa menyuarakan sejumlah isu seperti reformasi di bidang politik, korupsi yang mengakar di pemerintahan, pembukaan lapangan pekerjaan serta protes pelayanan publik yang jauh dari kata memadai. Awalnya gerakan dimulai dari ibu kota Baghdad pada 1 Oktober silam, kemudian menyebar ke wilayah selatan negeri tersebut yang berpenduduk mayoritas Islam Syiah.
Dilansir oleh AFP, PBB dan pengamat HAM mulai khawatir kerusuhan akan meluas dan memakan kian banyak korban. Ulama Syiah terkemuka Irak yakni Ayatollah Ali al-Sistani, merasa situasi takkan mereda jika elit politik tak serius menempuh reformasi yang dijanjikan demi meredakan situasi.
