Pasca pengunduran diri Abdelaziz Bouteflika dari kursi presiden pekan lalu, rakyat Aljazair rupanya agak terganggu dengan sang suksesor. Penunjukan Abdelkader Bensalah, ketua majelis tinggi parlemen yang kini menjabat sebagai presiden sementara, rupanya mengundang suara sumbang dari para demonstran.
"Kami sebagai warga sipil, elit politik sekaligus lembaga negara, harus bekerja untuk memastikan kondisi yang tepat untuk menyelenggarakan pemilihan presiden yang transparan dan teratur," kata Bensalah dalam pidato yang disiarkan langsung melalui televisi nasional pada Selasa (9/4/2019) kemarin, seperti dilansir BBC.
Meski pemerintahan sementara menargetkan penyelenggaraan Pemilu demokratis dalam waktu 90 hari, banyak pihak yang menginginkan perubahan signifikan di jajaran tampuk kepemimpinan negara. Alhasil aksi demonstrasi selama berminggu-minggu belumlah usai.
