Presiden Tiongkok Xi Jinping tiba untuk upacara sambutan di Balai Agung Rakyat, di Beijing, Tiongkok, pada 25 Oktober 2019. ANTARA FOTO/REUTERS/Jason Lee
"Kami meminta maaf kepada pengguna atas eror yang terjadi karena kesalahan kami pagi ini," kata Han, Kamis (28/11). "Sebagai tambahan, kami sudah menghubungi pengguna secara langsung untuk menginformasikan kepadanya bahwa kami telah memutuskan untuk mengesampingkan larangan dalam kasus ini."
Video Aziz awalnya dibungkus tutorial mempercantik diri, yang sama sekali tidak ada kaitan dengan isu politik. Rupanya, ia kemudian membicarakan tentang perlakuan pemerintah Tiongkok terhadap Uighur Muslim dan kelompok minoritas lainnya di Provinsi Xinjiang.
Aziz berkata, "Kemudian kalian letakkan [penjepit bulu mata] dan gunakan handphone kalian untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi di Tiongkok, bagaimana mereka membuat kamp-kamp konsentrasi, membuang para Muslim di sana, memisahkan keluarga dari satu sama lain, menculik mereka, membunuh mereka, memperkosa mereka, memaksa mereka makan babi, memaksa mereka minum [alkohol], memaksa mereka berganti keyakinan."
Selanjutnya, dalam video yang kini dilihat lebih dari 1,4 juta orang di TikTok dan hampir 500 ribu di Twitter tersebut, Aziz menyebut, peristiwa di Tiongkok sebagai Holocaust atau pembunuhan massal, tapi tak ada yang membicarakan. Ia pun mengajak warganet agar menyebarluaskan kesadaran tentang Xinjiang sekarang.
<span class="main-article-source">uighur muslim</span>
test https://muslim.com https://uighur.com